Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Fenomena Ajaib di Pancoran Solas Alas Tapa: Puluhan Mata Air Muncul di Tengah Bendungan Kering Bangli

I Putu Suyatra • Minggu, 8 Desember 2024 | 13:43 WIB

Pancoran Solas Alas Tapa di Bangli
Pancoran Solas Alas Tapa di Bangli

BALIEXPRESS.ID – Keajaiban alam kembali terjadi di Desa Peninjoan, Tembuku, Bangli, Bali. Pancoran Solas Alas Tapa, yang dulunya hanya dikenal sebagai bekas bendungan kering, kini menjadi sorotan.

Puluhan mata air baru tiba-tiba muncul di tengah kawasan yang sebelumnya tak berair. Bahkan, mata air ini diyakini memiliki khasiat luar biasa sebagai penolak bala.

Fenomena ini semakin mencengangkan karena terjadi di lokasi yang selama bertahun-tahun kering tanpa aliran air.

“Klebutan atau mata air yang muncul bukan hanya satu atau dua, melainkan puluhan, dan letaknya berdekatan,” ungkap Perbekel Desa Peninjoan, Dewa Nyoman Tagel, saat ditemui pekan lalu.

Transformasi Bekas Bendungan Kering

Dewa Nyoman Tagel menjelaskan bahwa lokasi ini dulunya merupakan bendungan untuk mengairi sawah dan memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Namun, beberapa tahun lalu, bendungan itu mengering, meninggalkan area yang gersang.

Semua berubah ketika ia bersama warga membersihkan area sekitar Pura Subak Ulun Suwi.

“Kami melihat aliran air kecil yang keluar dari celah bebatuan. Setelah kami gali, ternyata ada banyak mata air yang tertutup tanah dan tebing,” ujarnya.

Warga pun bergotong-royong membuat penampungan air untuk memanfaatkan aliran tersebut.

Hasilnya luar biasa, sawah-sawah yang sebelumnya hanya panen sekali setahun kini mampu panen hingga tiga kali.

Mitos dan Sejarah Mistis Alas Tapa

Pancoran Solas Alas Tapa tak hanya memukau dari sisi alam, tetapi juga sarat cerita mistis.

Dalam Babad Dalem Tarukan, kawasan ini disebut sebagai Alas Tapa atau hutan sunyi yang menjadi tempat bertapa para leluhur Bali.

Konon, tempat ini dianggap suci dan tenget (sakral), bahkan jenazah tak boleh dibawa melewati kawasan ini.

Menurut Jero Mangku Gede Merta Sudana, pemangku Pura Dalem Agung Tampuagan, secara niskala tempat ini terbagi menjadi dua bagian: bukit di atas area pancoran sebagai puri wong samar, dan area bawah sebagai beji atau tempat pembersihan.

“Tempat ini sangat pingit. Banyak penampakan yang sering terlihat di sini, mulai dari wanita cantik menyerupai Dewi Kwan Im hingga sosok macan, yang diyakini perwujudan Ratu Bagus,” jelasnya.

 

Puluhan Mata Air Berkhasiat

Pancoran Solas Alas Tapa memiliki sebelas mata air utama yang dinamai sesuai dengan mitos dan fungsinya, seperti Tirta Alas Tapa, Tirta Bulan, Tirta Matahari, hingga Tirta Sudamala.

“Tirta Sudamala diyakini mampu menghilangkan mala atau buang sial. Khasiat lainnya belum sepenuhnya kami telusuri karena pancoran ini masih baru,” ujar Jero Mangku Gede.

Tata Cara Tangkil ke Pancoran Solas Alas Tapa

Bagi pamedek yang ingin tangkil, disarankan membawa pajati untuk dihaturkan di Pura Subak Ulun Suwi dan canang sari untuk persembahyangan di pancoran.

Meski masih dalam tahap renovasi, Pancoran Solas Alas Tapa mulai ramai dikunjungi mereka yang ingin malukat dan merasakan energi spiritual di tempat ini.

Fenomena munculnya puluhan mata air di Pancoran Solas Alas Tapa ini bukan hanya keajaiban alam, tetapi juga pengingat akan kekuatan spiritual dan warisan budaya yang masih hidup di Bali. *** 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#melukat #bali #mitos #dewi kwan im #bangli #Pancoran Solas Alas Tapa #sejarah