Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Keunikan Pura Prajapati Umbalan: Misteri Suara Tangisan dan Larangan Tak Tertulis di Desa Bali Mula

I Putu Suyatra • Minggu, 8 Desember 2024 | 13:52 WIB

Pura Prajapati Umbalan di Desa Umbalan, Tembuku, Bangli, Bali
Pura Prajapati Umbalan di Desa Umbalan, Tembuku, Bangli, Bali

BALIEXPRESS.ID - Berbeda dari Pura Prajapati lainnya, Pura Prajapati Umbalan di Desa Umbalan, Tembuku, Bangli, Bali, memiliki keunikan yang membuatnya menarik perhatian.

Tidak seperti biasanya, tempat suci Hindu Bali, ini tidak terletak di setra atau kuburan, melainkan berada di satu pelataran dengan Pura Dalem Pingit.

Lokasi kedua pura tersebut konon mengikuti aturan asta kosala kosali leluhur terdahulu. Apakah ada kejanggalan di balik keberadaan kedua pura ini?

Selain letaknya yang tidak biasa, mitos suara tangisan yang sering terdengar menjelang kematian salah satu warga menambah daya tarik mistisnya.

Fenomena ini diakui banyak warga yang tinggal di sekitar pura. Mereka kerap mendengar suara aneh dan merasakan suasana yang tidak biasa.

Sejarah dan Tradisi Desa Umbalan

Desa Umbalan, dengan populasi 735 jiwa (190 KK), dikenal sebagai wilayah Bali Mula yang masih teguh menjalankan tradisi sejak masa Kerajaan Balingkang.

Keberadaan Pura Prajapati dan Pura Dalem Pingit menjadi bukti kekayaan budaya yang tetap dijaga.

Dari segi arsitektur, kedua pura ini mempertahankan ukiran khas abad pertengahan.

Dua pohon kepuh besar yang menjulang di sisi pura diyakini telah ada sejak ratusan tahun lalu, dan warga menganggapnya keramat.

“Area pura ini sangat keramat. Tidak ada yang berani sembarangan berbicara atau masuk tanpa izin,” ujar Tokoh Desa Pakraman Umbalan, I Wayan Tekek, kepada Bali Express pekan lalu.

Mitos Suara Tangisan

Wayan Tekek mengungkapkan bahwa mitos suara tangisan sering terdengar di malam hari sebelum ada warga yang meninggal.

“Jika malam ini terdengar suara tangisan, esok pagi biasanya ada yang meninggal, baik karena sakit atau sebab lainnya. Suara itu didengar banyak orang yang tinggal di sekitar pura,” jelasnya.

Meskipun Wayan Tekek sendiri mengaku belum pernah mendengar langsung, kesaksian warga dan cerita turun-temurun membuatnya percaya akan fenomena tersebut.

“Ini bukan kejadian baru.

Suara tangisan itu sudah lama terdengar, bahkan sejak masa leluhur kami,” tambahnya.

Aturan Tak Tertulis di Pura

Larangan keras berlaku di sekitar kedua pura ini. Tidak ada yang boleh masuk tanpa izin atau berbicara sembarangan di area pura.

“Yang berstana di sini adalah Dewi Durga dan Dewa Siwa dalam manifestasi sebagai pelebur. Beliau sering menampakkan diri, baik melalui wujud penjaga maupun langsung,” ungkap Tekek.

Ia juga menceritakan kisah seorang warga yang nekat masuk ke area pura tanpa izin untuk mencari rumput.

“Warga itu ditemukan meninggal di dalam pura. Sejak kejadian itu, kami selalu mengadakan upacara besar sebelum memasuki pura,” jelasnya.

Keajaiban Saat Pujawali

Ketika Pujawali, banten caru diletakkan tanpa penjagaan, tetapi tetap utuh.

“Hewan sekalipun tidak berani mengusik caru yang diletakkan di bawah pohon kepuh. Semut yang biasanya ada di sekitar pun tidak mendekati banten itu,” ujar Tekek.

Pelestarian Tradisi dan Kepercayaan

Tekek menegaskan bahwa meskipun ada sedikit perubahan tata letak pura untuk mempermudah upacara, tradisi dan nilai-nilai leluhur tetap dipertahankan.

“Kami tidak memiliki prasasti sebagai dasar sastra, tetapi tutur dan larangan turun-temurun tetap kami pegang teguh sebagai identitas Desa Bali Mula,” tandasnya.

Misteri dan keunikan Pura Prajapati Umbalan terus menarik perhatian, bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai simbol spiritual yang hidup di tengah masyarakat Bali Mula.

Bagi yang ingin berkunjung, pastikan mematuhi aturan setempat untuk menjaga keharmonisan dengan energi sakral yang ada. *** 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #pura prajapati #bangli #hindu