Menyingkap Pesona Spiritual Bali: Panglukatan di Pura Taman Beji Sudamala Lembah Tulis Tabanan, Diyakini Bisa Atasi Ilmu Hitam hingga Buka Rezeki
I Putu Suyatra• Selasa, 10 Desember 2024 | 19:21 WIB
Pura Taman Beji Sudamala Lembah Tulis di Banjar Cacab Jangkahan, Desa Biaung, Kecamatan Penebel, Tabanan, Bali.
BALIEXPRESS.ID – Ritual malukat, yang memiliki makna mendalam sebagai pembersihan diri, kini menjadi pilihan wisata spiritual yang digemari masyarakat Hindu Bali.
Di Bali, khususnya Kabupaten Tabanan, terdapat banyak lokasi untuk melakukan ritual ini.
Salah satu yang menarik perhatian adalah Pura Taman Beji Sudamala Lembah Tulis di Banjar Cacab Jangkahan, Desa Biaung, Kecamatan Penebel, Tabanan, Bali.
Meski sebelumnya hanya dikenal oleh warga setempat, lokasi ini kini mulai ramai dikunjungi berkat penataan kawasan yang apik dan informasi yang semakin tersebar luas.
Keistimewaan Pura Taman Beji Sudamala Lembah Tulis
Pura ini berjarak sekitar 36 kilometer dari Denpasar, dengan waktu tempuh sekitar satu jam menggunakan kendaraan.
Lokasinya mudah dijangkau, berada di pinggir jalan, dan tersedia nomor kontak Jero Mangku yang dapat dihubungi jika pura sedang sepi.
Menurut Jero Mangku I Wayan Sudartayasa, kepala pura, awalnya tempat ini hanya memiliki satu pancoran bernama Pancoran Rejasa.
Nama ini diambil dari pohon Rejasa yang tumbuh di lokasi tersebut. Dulu, area ini dikenal angker, bahkan warga sering melaporkan penampakan kera hingga kain kafan melayang.
Transformasi Menjadi Tempat Panglukatan yang Sakral
Pancoran Rejasa ini berada di lahan pribadi yang akhirnya dibeli oleh seorang tokoh spiritual, yang kemudian menata kawasan ini menjadi Pura Taman Beji Sudamala Lembah Tulis.
Prosesi spiritual dilakukan untuk menghadirkan keberadaan Ida Sasuhunan di lokasi ini.
Sekitar tiga tahun lalu, tempat ini ditata dan dibuka untuk umum.
Kini, pancoran di sini dikenal dengan nama Pancoran Solas, yang memiliki berbagai fungsi sakral, di antaranya:
Panglukatan Panca Baya: Melebur marabahaya dalam diri manusia.
Pemunah Desti: Menghilangkan efek ilmu hitam.
Pangenteg Bayu: Menguatkan jiwa dan pendirian.
Harmonisasi: Menjaga keharmonisan rumah tangga.
Murah Rezeki: Membuka pintu rezeki.
Dirgahayu: Memohon keselamatan dan kedamaian.
Kewibawaan: Membantu seseorang menjadi bijaksana dan berwibawa.
Ada pula Pancoran Tirta Sudamala yang dipercaya mampu memusnahkan energi negatif dalam tubuh, hingga pancoran khusus untuk memohon kemakmuran dan kesembuhan.
Proses Ritual Malukat
Untuk malukat, pamedek hanya perlu membawa Pajati dan Canang, serta mengenakan pakaian adat.
Ritual dimulai dari pancoran paling selatan dan diakhiri dengan persembahyangan di Palinggih Taman Beji Sudamala Lembah Tulis.
Hari-hari seperti Purnama, Tilem, atau libur panjang biasanya menjadi waktu ramai kunjungan.
Namun, sehari-hari tempat ini tetap terbuka bagi mereka yang ingin mencari kedamaian.
Keunikan Pura
Di area pura terdapat dua palinggih utama, yaitu Palinggih Ratu Ngurah Agung Shakti dan Ratu Niang Betari Danu Taman Beji, lengkap dengan patung sakral.
Selain itu, terdapat pula Palinggih Ratu Ngurah Manik Ulun Pangkung di madya mandala, serta patung Ratu Gede Mas Mecaling Dalem Pauman di area utama pura.
Pesona Spiritual yang Mengundang Penasaran
Pura Taman Beji Sudamala Lembah Tulis menjadi bukti bagaimana tradisi, spiritualitas, dan keindahan alam Bali bersatu.
Bagi siapa pun yang mencari pembersihan diri atau sekadar merasakan energi positif, pura ini adalah destinasi yang layak dikunjungi.
Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan keindahan dan keajaiban spiritual di pura yang penuh sejarah dan makna ini.
Pernahkah Anda malukat di sini? Bagikan pengalaman Anda! ***