Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bahaya Tersembunyi di Balik Pasikepan: Jimat Bali yang Menyerap Energi Penggunanya, Media untuk Keinginan, Tapi Penuh Risiko

I Putu Suyatra • Selasa, 10 Desember 2024 | 23:49 WIB
Pesikepan, jimat Bali.
Pesikepan, jimat Bali.

BALIEXPRESS.ID - Pasikepan, yang lebih dikenal sebagai jimat Bali, merupakan media atau benda yang dipercaya mampu membantu pemiliknya mencapai tujuan tertentu.

Dari meningkatkan kewibawaan, pengasihan, hingga perlindungan dari bahaya, pasikepan sering kali menjadi pilihan untuk memenuhi keinginan.

Namun, siapa sangka, penggunaan pasikepan yang tidak tepat dapat berujung pada dampak negatif yang berbahaya bagi penggunanya.

Beragam Bentuk dan Aturan Pasikepan

Pasikepan hadir dalam berbagai bentuk dan jenis, sering kali menggunakan rerajahan berupa tulisan atau pola tertentu yang diisi mantra.

Namun, benda ini memiliki pantangan dan kewajiban yang tidak boleh diabaikan. Misalnya, tidak boleh dibawa ke tempat tertentu, harus diasapi, atau diberikan sesaji (banten) pada waktu-waktu tertentu seperti saat Purnama atau Tilem.

Ketidakpatuhan terhadap aturan ini, seperti dijelaskan oleh Ida Lingsir Mpu Gni Jaya, pemilik Pasraman Ida Lingsir, dapat berujung pada masalah serius.

Dalam sebuah wawancara, beliau memaparkan bahwa penggunaan pasikepan yang salah justru dapat menyerap energi pemakainya.

Efek Buruk Pasikepan pada Pengguna

"Banyak yang datang ke sini mengeluh merasa gelisah, tidak nyaman, atau pikiran yang selalu kacau, baik di rumah maupun di kantor," ungkap Ida Gni Jaya.

"Setelah dilakukan melukat (ritual pembersihan), mereka merasa sedikit tenang. Namun, kegelisahan kembali muncul. Ternyata, mereka menggunakan pasikepan."

Pasikepan biasanya berbentuk kantong kecil, kalung, cincin akik, atau benda lain yang mengandung rerajahan.

"Secara niskala, pasikepan ini mengikat entitas tak terlihat untuk membantu pemiliknya mencapai keinginan. Namun, jika tidak dirawat sesuai instruksi, energi pasikepan justru akan menyerap energi pengguna," jelasnya.

Kisah Anak Tantrum Akibat Pasikepan

Salah satu kasus yang diceritakan adalah seorang anak yang sering tantrum tanpa sebab jelas.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan pasikepan kecil di dadanya.

Orang tua anak tersebut mengatakan pasikepan itu dibuat untuk melindungi sang anak dari gangguan ilmu hitam.

Namun, Ida Gni Jaya menegaskan bahwa perlindungan sejati hanya dapat diperoleh melalui doa dan sembahyang.

"Sebesar apa pun kekuatan pasikepan, itu tetap buatan manusia. Tuhanlah yang memberikan perlindungan tanpa celah," katanya.

Cara Aman Melepaskan Pasikepan

Melepaskan pasikepan tidak bisa dilakukan sembarangan. Prosesnya melibatkan melukat, sembahyang, dan pembakaran pasikepan.

"Pasikepan harus dibakar setelah penggunanya membersihkan diri secara ritual. Setelah itu, minta perlindungan di tempat suci seperti merajan," tambahnya.

Pesan Bijak

Ida Gni Jaya berpesan agar masyarakat berhati-hati dalam menggunakan benda-benda niskala.

"Percaya boleh, tetapi harus dipertimbangkan dampaknya. Sebaiknya rajin sembahyang dan bekerja keras untuk mencapai tujuan hidup," sarannya.

Pasikepan memang menarik bagi banyak orang, tetapi risikonya tidak bisa diabaikan. Bijaksanalah dalam mengambil keputusan, karena pilihan ada di tangan setiap individu. *** 

 

 
Editor : I Putu Suyatra
#rerajahan #bali #tilem #pasikepan #Banten #jimat #purnama