Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Begini Karakter Kelahiran Dipengaruhi Eka Wara dan Dwi Wara

I Putu Mardika • Jumat, 13 Desember 2024 | 05:26 WIB

Kalender Tika Pangalantaka karya Gede Marayana
Kalender Tika Pangalantaka karya Gede Marayana
BALIEXPRESS.ID-Uriping Wewaran Kabeh merupakan seluruh watak wawaran dan tempat kedudukan, urip, pada arah, dan orientasinya.

Kelahiran dipengaruhi oleh wewaran. Seperti eka wara dan dwi wara.

Pengaruh dari Eka Wara yaitu Luang. Jika sesorang dalam kelahiran luang maka dalam Ekawara, sesungguhnya adalah Anugrah Tuhan pada umat manusia maka dari itu umat manusia memiliki hak pribadi yang sama yakni; Nyet, Cita, Bhudi dan Manah.

Mereka yang kelahiran ini memiliki cipta, rasa, dan karsa yang cukup tinggi. Sebagaimana Tridaya yang disampaikan Ki Hadjar Dewantara, Tridaya merupakan kesatuan yang terklasifikasi atas 3 kekuatan dalam diri yang menentukan perilaku manusia.

Tridaya terdiri dari cipta, rasa, dan karsa. Cipta berhubungan dengan kekuatan pikiran untuk merancang atau membuat sesuatu.

Sedangkan rasa terkait dengan kekuatan hati manusia untuk menanggapi sesuatu, selanjutnya karsa merupakan semangat atau dorongan dalam diri manusia dalam bertindak sesuatu.

Dengan menyeimbangkan ketiganya, seorang manusia dipercaya dapat memenuhi kebutuhan dan orientasi hidupnya.

Maka jika seseorang memiliki hal ini dalam hidupnya maka cenderung dianugrahi ketiga Tridaya ini.

Pada Dwi Wara terdapat dua wara yaitu: Menga dan Pepet. Pada Menga Pepet. (Rwa Bhineda) disebut juga dengan Mata atangi lan Mata aturu atau lebih dikenal dengan keadaan lupa dan ingat.

Pada Dwi Wara (Menga) mendapatkan pengaruh power Sanghyang Kalima artinya sama dengan musim terang (Bhuwana Agung), keadaan langit yang cerah.

Orang-orang dengan kelahiran Menga memiliki sifat-sifat, watak, dan tabiat terbuka kepada orang lain. Karenanya, seringkali mereka bertindak dan suka mengumbar pembicaraan yang sifatnya rahasia kepada orang lain.

Bahayanya terlalu terbuka adalah kepada musuh, sehingga musuh dapat mengetahui kelemahan.

Sehingga orang kelahiran Menga mesti bisa menempatkan kondisi dan situasi keterbukaannya.

Pada Dwi Wara (Pepet), mendapatkan pengaruh power adalah Sanghyang Timira yang artinya gelap. Pepet identik dengan malam hari atau gelap.

Orang yang lahir ketika Pepet cenderung tertutup dan ingin menyelesaikan masalah dan beban hidup sendirian, tidak senang mencari pertimbangan.

Jika kelahiran seseorang pada Pepet biasanya tertutup (Koh Ngomong dalam Bahasa Bali).

Memikirkan problematika sendiri tanpa meminta pendapat orang lain akan berpahala adanya racun pikiran (toxins) dan bisa saja memiliki effect kesakitan pada organ tubuh.

Solusi kelahiran orang Pepet adalah mengungkapkan permasalahan pada orang yang bisa dipercaya sebagai sahabat, pembimbing, kolega, atau keluarga dekat, sehingga kemungkinan besar penyelesaian atau solusi didapatkan. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#Eka Wara #WEWARAN #dwi wara #kelahiran