Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Cerita Batu Karang 'Hidup' di Pura Pesimpangan Penataran Ped di Jembrana, Bali, Benarkah Bertambah Besar?

I Putu Suyatra • Sabtu, 14 Desember 2024 | 13:58 WIB
Pura Pesimpangan Penataran Ped lan Batu Medau, Banjar Adat Anyar Sari, Desa Nusasari, Jembrana, Bali.
Pura Pesimpangan Penataran Ped lan Batu Medau, Banjar Adat Anyar Sari, Desa Nusasari, Jembrana, Bali.

BALIEXPRESS.ID - Keberadaan batu karang di areal Pura Pesimpangan Penataran Ped lan Batu Medau, Banjar Adat Anyar Sari, Desa Nusasari, Jembrana, Bali, tak hanya mencuri perhatian karena kesakralannya, tetapi juga karena diyakini terus tumbuh dan membesar.

Fenomena di salah satu tempat suci Hindu Bali, ini membuat banyak orang bertanya-tanya, apakah batu tersebut benar-benar hidup?

Ditemukan Secara Tak Sengaja

Batu karang tersebut pertama kali ditemukan pada awal 2014 oleh Jro Mangku I Wayan Patrianta.

Saat itu, ia melihat benda bersinar putih di tengah laut yang awalnya dikira ikan.

Namun, setelah didekati, ternyata benda itu adalah batu karang berbentuk tanduk kerbau dengan panjang sekitar 40 cm.

"Anehnya, ketika saya hendak membawanya pulang, kaki saya tiba-tiba gemetar hingga sulit melangkah. Karena takut, saya buang kembali batu itu ke laut," ujar Jro Mangku Patrianta.

Namun keesokan harinya, batu itu kembali terdampar di pesisir pantai dekat pura.

Kali ini, I Wayan Murtana, salah satu pengempon pura, merasa seperti "dipandu" untuk membawa batu itu ke dalam areal pura.

Setelah dilempar sembarang ke area pura, batu itu jatuh dengan posisi berdiri tegak, meskipun ujungnya berbentuk bulat.

Batu yang "Hidup" dan Terus Membesar

Dalam waktu enam bulan setelah disucikan, keanehan mulai terungkap.

Saat Murtana hendak mengganti kain wastra yang membalut batu, ia menyadari ukurannya bertambah besar.

"Dulu panjangnya hanya sekitar 40 cm. Sekarang sudah mencapai 80 cm, bahkan lebarnya hampir dua kali lipat," ungkap Murtana.

Kepercayaan masyarakat pun semakin kuat setelah beberapa orang yang meremehkan kesakralan batu tersebut mengalami kejadian mistis, seperti demam dan mimpi buruk.

Mereka akhirnya diminta untuk melakukan ritual guru piduka (permohonan maaf) di hadapan batu tersebut.

Pesan untuk Menjaga Kesucian dan Alam

Batu karang ini kini telah menjadi bagian penting dari pura. Selain dipercaya sebagai simbol kekuatan alam, keberadaannya mengingatkan umat untuk menghormati adat dan menjaga lingkungan sekitar.

Pihak pengempon pura berencana membangun pelinggih dan tempat khusus untuk batu ini agar lebih terawat.

"Kami ingin menata area ini dengan lebih baik, sekaligus menghormati keberadaan batu yang terus tumbuh," pungkas Murtana.

Fenomena Mistis atau Keajaiban Alam?

Hingga kini, misteri pertumbuhan batu ini masih menjadi tanda tanya. Namun, bagi masyarakat setempat, batu ini bukan sekadar karang biasa.

Ia adalah simbol hubungan antara manusia, alam, dan yang niskala.

Bagaimana pendapat Anda? Apakah batu ini benar-benar hidup, ataukah fenomena ini hanya kebetulan belaka?

Saksikan sendiri keunikan batu ini di Pura Pesimpangan Penataran Ped lan Batu Medau, Desa Nusasari, Jembrana. *** 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #hindu #batu #Pura Pesimpangan Penataran Ped lan Batu Medau