Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Cerita Mistis Telebusan Yeh Mekecir: Dijaga Ular King Kobra dan Air yang Menolak Dipipanisasi

I Putu Suyatra • Senin, 16 Desember 2024 | 14:20 WIB

Telebusan Yeh Mekecir di Banjar Yeh Mekecir, Desa Dangin Tukadaya, Kecamatan Jembrana, Bali
Telebusan Yeh Mekecir di Banjar Yeh Mekecir, Desa Dangin Tukadaya, Kecamatan Jembrana, Bali

BALIEXPRESS.ID – Telebusan Yeh Mekecir di Banjar Yeh Mekecir, Desa Dangin Tukadaya, Kecamatan Jembrana, Bali, menyimpan berbagai cerita mistis yang tak pernah habis dibicarakan.

Keberadaan dua titik telebusan ini diyakini sebagai berkah suci dari Dewa Ayu Telaga Manik Emas, dengan penjaga gaib berupa ular King Kobra yang sering disebut sebagai ular duwe.

Ular mistis ini memiliki ciri khas yang mencolok—berukuran sebesar paha orang dewasa dengan panjang lebih dari 2 meter, dan menurut saksi, pernah terlihat mengenakan mahkota di kepalanya.

Kehadiran ular ini semakin memperkuat keyakinan warga terhadap kesakralan Telebusan Yeh Mekecir.

Air Telebusan yang Tak Tersentuh Banjir

Letaknya yang berada di tepi Sungai Yeh Mekecir membuat telebusan ini semakin unik.

Walaupun banjir besar kerap melanda sungai tersebut, air yang meluap hanya menggenang di sekeliling telebusan, tanpa pernah menyentuh sumber air suci ini.

“Sebesar apa pun banjir di Yeh Mekecir, airnya tidak pernah sampai ke telebusan. Paling hanya menggenang di pinggirnya,” ujar I Nengah Suarsana, seorang warga setempat.

Fenomena Air yang Menolak Dipipanisasi

Kisah yang tak kalah mengherankan terjadi sekitar tahun 2000, ketika warga mencoba memanfaatkan air telebusan untuk kebutuhan rumah tangga.

Upaya ini dilakukan dengan membangun tanggul dan memasang pipa untuk mengalirkan air ke rumah-rumah warga.

Namun, sesuatu yang ganjil terjadi—air yang biasanya melimpah tiba-tiba berhenti mengalir.

Lebih aneh lagi, setelah pipa tersebut dilepas, air kembali muncul seperti semula.

Fenomena ini terjadi berulang kali, hingga akhirnya para panglingsir desa melarang warga memanfaatkan air telebusan untuk keperluan sehari-hari.

“Air ini suci dan tidak bisa digunakan sembarangan, apalagi untuk kebutuhan seperti di kamar mandi. Kemungkinan Ida Dewa Ayu Telaga Manik Emas yang berstana di sini tidak mengizinkannya,” jelas Suarsana.

Kesakralan yang Tetap Dijaga

Kini, warga memilih untuk menghormati keberadaan Telebusan Yeh Mekecir.

Mereka percaya bahwa air tersebut hanya boleh digunakan untuk upacara adat atau keperluan yang bersifat spiritual.

Kisah tentang ular King Kobra dan air yang seolah memiliki kehendak sendiri, menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa tempat ini bukan sembarang sumber air, melainkan sebuah anugerah yang harus dijaga kesuciannya.

Telebusan Yeh Mekecir bukan hanya menjadi saksi tradisi, tetapi juga menyimpan pesan spiritual yang hingga kini masih dipercayai dan dihormati oleh masyarakat sekitar. ***

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #Telebusan Yeh Mekecir #cerita mistis #jembrana