Pura Taman Sari, Tempat Suci Multireligi yang Dijuluki Pura Pancasila: Tempat Melukat di Bali untuk Mohon Jodoh, Keturunan, Kesehatan dan Rezeki
I Putu Suyatra• Senin, 16 Desember 2024 | 23:50 WIB
Pura Taman Sari di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Buleleng, tak hanya menjadi tempat ibadah bagi umat Hindu Bali
BALIEXPRESS.ID - Pura Taman Sari di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Buleleng, tak hanya menjadi tempat ibadah bagi umat Hindu Bali, tetapi juga menjadi tujuan spiritual bagi pemeluk agama lain dari berbagai penjuru nusantara.
Julukan Pura Pancasila atau Pura Nusantara diberikan karena kehadiran pemedek non-Hindu yang kerap tangkil (datang) untuk memohon berkah.
Menurut Drs. Anak Agung Gede Ngurah, M.Si, Kelian Adat Pura Taman Sari, umat dari luar Bali, seperti Lombok, Kalimantan, Jawa, hingga Sumatera, sering kali menerima pawisik (bisikan gaib) yang mengarahkan mereka untuk datang ke pura ini.
Biasanya, mereka datang saat Purnama Tilem atau saat Pujawali, yang bertepatan dengan Purnama Sasih Kelima sekitar bulan November.
“Banyak yang memohon keturunan, rezeki, kesehatan, bahkan jodoh, melalui ritual melukat di pura ini. Yang menarik, pemedek bukan hanya dari umat Hindu, tetapi juga non-Hindu. Itulah mengapa Pura Taman Sari disebut Pura Pancasila,” ungkap Agung Ngurah.
Keajaiban Air Suci di Bawah Pohon Juwet
Salah satu daya tarik spiritual utama Pura Taman Sari adalah mata air suci yang terletak di madya mandala pura, tepat di bawah Pohon Juwet.
Air ini sangat jernih dan segar meski dekat dengan laut, seolah memiliki keajaiban tersendiri.
Air tersebut digunakan dalam prosesi melukat, di mana pemedek membersihkan diri dari kekotoran fisik maupun psikis.
Setelah melukat, pemedek melanjutkan ritual di Palinggih Dalem Salukat, yang sering diasosiasikan dengan sosok suci Pendeta Ratu Dang Hyang Nirartha.
Usai pembersihan ini, mereka melangkah ke utama mandala pura untuk memohon wara nugraha kepada Ratu Dewa Ayu Sarining Amertha, menutup prosesi spiritual yang lengkap.
“Melukat di Pura Taman Sari sangat istimewa. Mulai dari tirta penglukatan hingga wara nugraha, semua tersedia. Cukup membawa dua pejati, satu untuk penglukatan dan satu untuk utama mandala,” jelas Agung Ngurah.
Pancaka Tirta: Sumber Kesucian dan Simbol Panca Dewata
Di areal penglukatan, terdapat Pancaka Tirta, simbol Panca Dewata: Dewa Wisnu, Iswara, Brahma, Mahadewa, dan Siwa. Lengkap dengan patung Lingga Yoni, Pancaka Tirta ini sering dimanfaatkan oleh pemedek untuk keperluan upacara di rumah tangga.
“Masyarakat kerap memohon Pancaka Tirta untuk membawa pulang sebagai sarana penyucian dalam upacara sehari-hari,” imbuh Agung Ngurah.
Keunikan Pura Taman Sari ini semakin mempertegas perannya sebagai pusat spiritual yang terbuka untuk semua.
Apakah Anda pernah berpikir bahwa sebuah tempat ibadah bisa menjadi jembatan spiritual lintas agama?
Pura Taman Sari adalah buktinya, dengan keajaiban dan mistik yang terus mengundang rasa penasaran. ***