Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pura Taman Masceti di Gianyar: Lokasi Angker Tempat Memohon Kawisesaan, dari Balian hingga CPNS di Bali!

I Putu Suyatra • Selasa, 17 Desember 2024 | 15:33 WIB
Pura Masceti di Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali
Pura Masceti di Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali

BALIEXPRESS.ID – Di balik megahnya Pura Masceti di Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, terdapat sebuah area sakral bagi umat Hindu Bali yang menyimpan misteri dan keangkeran tersendiri, yaitu Pura Taman Masceti.

Berada di sebelah barat Pura Masceti, tempat ini dikenal bukan hanya karena aura mistisnya, tetapi juga sebagai lokasi memohon kawisesaan atau kesaktian.

Keangkeran Kolam Teratai Sakral

Saat menjejakkan kaki di Pura Taman Masceti, pengunjung akan disambut sebuah kolam teratai besar yang begitu mencolok.

Di tengah kolam, berdiri Palinggih Pengayengan, sedangkan di sisi utaranya terdapat palinggih lain yang berada di bawah pohon kepuh tua yang rimbun.

Konon, tempat ini merupakan pengayengan Ida Bhatara Baruna bersama para perewangan-nya.

Namun, di balik keindahannya, kolam ini menyimpan aturan sakral yang tidak boleh dilanggar.

Jro Mangku Puspa, pemangku Pura Masceti, mengungkapkan beberapa pantangan yang wajib ditaati para pemedek (umat yang bersembahyang).

“Di sini tidak boleh memberi makan ikan di kolam, mengambil air, atau bersembahyang dengan bunga pucuk. Kolam teratai ini sangat sakral bagi kami. Baik ikan, air, maupun bunganya memiliki nilai keramat yang tidak bisa diganggu gugat. Bahkan kami yang ngayah di sini saja tidak berani melanggar,” ujar Mangku Puspa.

Tempat Memohon Kawisesaan dan Kesuksesan

Selain dikenal angker, Pura Taman Masceti juga diyakini sebagai tempat memohon kawisesaan.

Tak heran, banyak balian (dukun) datang ke tempat ini untuk memohon kekuatan spiritual.

Namun, bukan hanya balian, pura ini juga menjadi tujuan bagi mereka yang mencari kesuksesan duniawi, seperti CPNS hingga calon legislatif.

“Biasanya, kalau untuk memohon naik jabatan, lulus CPNS, atau urusan bisnis, mereka bersembahyang di palinggih tengah kolam teratai. Sementara yang memohon kawisesaan menuju palinggih di bawah pohon kepuh,” terang Mangku Puspa.

Kepercayaan ini tak datang tanpa bukti. Menurut Mangku Puspa, banyak pemedek yang telah berhasil mencapai hajatnya datang kembali untuk membayar sesangi atau janji mereka.

“Ada yang berhasil lulus CPNS atau naik pangkat, lalu saat piodalan kemarin mereka kembali membawa bebek atau pejati sesuai janji mereka. Ini sudah sering terjadi,” ungkapnya.

Aturan Spiritual yang Wajib Dipatuhi

Meski tidak ada aturan khusus dalam bersembahyang di Pura Taman Masceti, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan.

Mangku Puspa menegaskan pentingnya datang dalam keadaan bersih, baik secara fisik maupun batin.

“Tidak boleh datang dalam keadaan cuntaka (berhalangan suci), tidak melanggar pantangan, dan yang terpenting bersembahyang dengan tulus. Bagi yang baru pertama kali, sebaiknya menghaturkan pejati terlebih dahulu,” pesannya.

Misteri di Balik Pantangan dan Kepercayaan

Ketika ditanya apa yang akan terjadi jika pantangan dilanggar, Mangku Puspa hanya menjawab dengan bijak.

“Dalam hidup ini ada rwa bhineda, keseimbangan antara baik dan buruk, sekala dan niskala. Jadi semua kembali pada kepercayaan masing-masing.”

Aura mistis dan spiritual di Pura Taman Masceti memang tak bisa dipungkiri. Lokasi ini seolah menjadi jembatan antara dunia nyata dan dunia niskala, tempat harapan dipanjatkan dan keyakinan diuji.

Apakah Anda penasaran untuk memohon hajat di tempat sakral ini? Jangan lupa, patuhi pantangan dan datanglah dengan hati yang tulus.

Siapa tahu, permohonan Anda pun terkabul seperti para pemedek sebelumnya! *** 

 

 
Editor : I Putu Suyatra
#balian #bali #hindu #pura masceti #Pura Taman Masceti #cpns