BALIEXPRESS.ID - Tempat suci umat Hindu Bali, Pura Taman Baginda, yang terletak di jantung Kabupaten Gianyar, menyimpan cerita penuh pesona.
Terletak di kawasan Banjar Peteluan, Desa Temesi, pura ini dikenal memiliki keistimewaan sebagai tempat memohon kesembuhan berbagai penyakit hingga meminta taksu untuk para balian (jero dasaran) dan seniman.
Warisan Zaman Kerajaan Sri Kresna Kepakisan
Tokoh Adat Banjar Peteluan, Desa Temesi, Gianyar, Pande Ketut Subakti mengungkapkan, pura ini memiliki akar sejarah yang dalam, bermula dari masa pemerintahan Raja Sri Kresna Kepakisan.
Kala itu, Pura Taman Baginda menjadi lokasi permandian raja. Letaknya yang strategis, di tepi aliran Tukad Sangsang, menjadikannya mudah dijangkau.
Dari Lapangan Astina Gianyar, hanya butuh lima menit perjalanan ke arah timur menuju jembatan yang membatasi Desa Samplangan dan Desa Temesi.
Kelihan Adat Banjar Peteluan, Pande Ketut Subakti, menjelaskan bahwa pura ini sudah ada sejak zaman kerajaan.
Nama Pura Taman Baginda sendiri mencerminkan fungsinya: "Pura" sebagai tempat suci, "Taman" sebagai tempat permandian, dan "Baginda" sebagai rujukan kepada raja.
Keistimewaan Tirta Sudamala dan Pancaka Tirta
Di bagian Utama Mandala pura, terdapat Tirta Sudamala, yang diyakini mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit.
"Pada hari-hari suci seperti Kajeng Kliwon, Purnama, dan Tilem, pura ini selalu ramai dikunjungi oleh warga dari berbagai daerah yang datang untuk memohon tirta," ungkap Pande Ketut Subakti.
Tidak hanya untuk penyembuhan, banyak seniman yang datang ke pura ini untuk memohon taksu, energi magis yang dipercaya dapat membuat karya seni mereka semakin memesona.
Bahkan, para balian sering memohon anugerah di sini, sehingga keberadaan Tirta Sudamala memiliki daya tarik tersendiri.
Di bagian Jaba Tengah pura, terdapat lima pancuran yang disebut Pancaka Tirta, yang digunakan sebagai sarana upakara Pitra Yadnya.
Pancuran ini dianggap sakral dalam berbagai prosesi ritual masyarakat setempat.
Pancuran Idadari: Sumber Tirta Awet Muda
Bagian timur pura memiliki dua pancuran yang disebut Pancuran Idadari. Pada masa kerajaan, tempat ini menjadi lokasi permandian khusus untuk raja dan permaisuri.
Pancuran ini diyakini mengalirkan tirta yang membawa manfaat untuk awet muda.
Selain itu, di bagian Jaba Sisi pura, terdapat pancuran yang kini dimanfaatkan sebagai tempat mencari air minum hingga permandian umum.
Lokasinya yang dekat dengan aliran Sungai Sangsang membuatnya mudah diakses, bahkan oleh warga dari luar desa.
Tidak Ada Batasan dalam Memohon Berkah
Pande Subakti menegaskan bahwa siapa pun dapat memohon anugerah di Pura Taman Baginda, baik untuk kesembuhan, taksu, maupun tujuan lain.
Asalkan memiliki niat baik, hasilnya diyakini akan sesuai harapan.
Pura Taman Baginda bukan sekadar tempat suci, tetapi juga menyimpan jejak sejarah dan spiritualitas yang mendalam.
Pesonanya mengundang siapa saja yang ingin merasakan langsung tuah dari tempat penuh berkah ini. ***
Editor : I Putu Suyatra