Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah Mistis di Pura Taman Baginda Gianyar: Khusus Bagi yang Melanggar Pantangan!

I Putu Suyatra • Sabtu, 28 Desember 2024 | 15:49 WIB
Kawasan Pura Taman Baginda yang terletak di Banjar Peteluan, Desa Temesi, Gianyar, Bali
Kawasan Pura Taman Baginda yang terletak di Banjar Peteluan, Desa Temesi, Gianyar, Bali

BALIEXPRESS.ID – Kawasan Pura Taman Baginda yang terletak di Banjar Peteluan, Desa Temesi, Gianyar, Bali, memang dikenal memiliki aura mistis yang kuat.

Tak hanya sebagai tempat suci bagi umat Hindu Bali sekitar, pura ini juga menyimpan berbagai pantangan yang wajib dipatuhi.

Melanggar pantangan ini bukan hanya soal adat, tetapi juga risiko besar yang harus ditanggung, seperti yang diungkapkan oleh Tokoh Adat Banjar Peteluan, Pande Ketut Subakti.

Pantangan yang Berisiko Fatal

Pande Subakti menceritakan, salah satu pantangan utama di Pura Taman Baginda adalah datang dengan kondisi tidak suci, seperti saat menstruasi atau dalam keadaan kotor (kecuntakaan).

Jika hal ini dilanggar, air di pancuran pura yang biasanya jernih bisa berubah menjadi keruh atau bahkan kering sama sekali.

"Sudah sering warga di sini harus melakukan upacara guru piduka untuk memohon maaf kepada Ida Bhatara agar airnya kembali normal," ujarnya.

Fenomena ini menjadi pengingat kuat bahwa pantangan di pura ini bukan hanya tradisi semata, tetapi juga memiliki dampak nyata.

Pengalaman Mistis yang Mencekam

Aura mistis di Pura Taman Baginda semakin terasa ketika memasuki areal suci, terutama di Palinggih Bukit Buwung.

Menurut Pande Subakti, orang yang datang dengan pikiran kotor kerap mengalami kejadian aneh, seperti merasa linglung atau mendadak melihat suasana menjadi gelap gulita seolah berada di dunia lain.

Tak hanya itu, pohon beringin di sekitar area pura sering menjadi lokasi kejadian mistis.

Beberapa orang melaporkan melihat ular panjang yang menghadang jalan mereka, seakan memberi peringatan untuk tidak melangkah lebih jauh.

"Ini bukan cerita karangan. Saya sendiri mengalaminya, begitu juga beberapa warga lainnya," ungkapnya.

Cara Menghindari Gangguan Mistis

Bagi mereka yang mengalami kejadian seperti ini, Pande Subakti memberikan saran sederhana: diam sejenak, memohon maaf dalam hati, dan berbenah diri sebelum melanjutkan perjalanan ke area pura.

Ia sendiri mengaku pernah melakukan persembahan pajati sebagai bentuk permohonan maaf, yang akhirnya membuatnya terhindar dari kejadian serupa.

"Sebagai pangayah di sini, saya sadar mungkin ada kekhilafan. Setelah menghaturkan permohonan maaf, kejadian aneh itu tidak pernah lagi menimpa saya," tambahnya.

Piodalan yang Penuh Taksu

Pura Taman Baginda memiliki luas sekitar 10 are dan dikenal sebagai tempat yang penuh taksu.

Piodalan pura ini jatuh pada Tumpek Wayang, berlangsung selama tiga hari. Momen ini sering dimanfaatkan oleh para Jero Dasaran atau balian untuk nangkil, karena diyakini banyak panugrahan spiritual yang dapat diperoleh di sini.

Dengan segala kisah mistis dan kekuatan spiritualnya, Pura Taman Baginda bukan hanya menjadi destinasi religius, tetapi juga tempat yang menyimpan pelajaran penting bagi setiap pengunjung: menghormati tradisi, menjaga kesucian, dan selalu introspeksi diri. Berani melanggar? Siap-siap tanggung risikonya! *** 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #pantangan #mistis #kisah #hindu #Pura Taman Baginda