Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Misteri Palinggih Ida Bhatara Cina di Pura Manik Terus di Bali: Larangan Tersirat untuk Warga Keturunan Cina di Desa Pujungan

I Putu Suyatra • Selasa, 7 Januari 2025 | 01:47 WIB
Palinggih Ida Bhatara Cina di Pura Manik Terus di Bali
Palinggih Ida Bhatara Cina di Pura Manik Terus di Bali

BALIEXPRESS.ID - Palinggih Ida Bhatara Cina, yang terletak sekitar 300 meter sebelum memasuki kawasan tempat suci Hindu Bali, Pura Manik Terus di Desa Pujungan, Tabanan, menyimpan kisah unik dan penuh misteri.

Konon, keberadaan Palinggih ini berkaitan erat dengan kepercayaan yang telah mengakar dalam masyarakat setempat: bahwa di Desa Pujungan tidak ada warga keturunan Cina yang tinggal, apalagi menetap.

Hingga saat ini, kepercayaan tersebut seakan menjadi kenyataan. Tidak ada satu pun warga keturunan Cina yang tinggal di Desa Pujungan.

Bahkan, menurut cerita turun-temurun, siapa pun dari etnis Cina yang sekadar bermalam di desa ini dikabarkan kerap mengalami gangguan dari makhluk gaib.

Kisah Larangan yang Berawal dari Sejarah

Tokoh Warga Tutuan Pangempon Pura Manik Terus, Drs. I Wayan Suita, menjelaskan bahwa sejak zaman dahulu, masyarakat Desa Pujungan hanya menganut agama Hindu.

Suita menuturkan, larangan bagi warga keturunan Cina masuk ke desa ini berakar dari kisah masa lalu tentang seorang raja Pujungan yang bekerja sama dengan Bhagawanta Ida Bhatara Lingsir Manik Terus.

Menurut legenda, raja tersebut menjarah isi perahu kandas di kawasan Srijong (Soka), yang ternyata membawa seorang putri Cina.

Peristiwa ini memicu pembuatan aturan keras yang melarang orang Cina masuk ke wilayah Pujungan.

Tak hanya itu, aturan tersebut berkembang menjadi larangan pernikahan antara warga Pujungan dan etnis Cina, yang hingga kini masih dipercayai oleh masyarakat setempat.

Kisah-Kisah Mistis yang Memperkuat Kepercayaan

Cerita-cerita mistis turut memperkuat keyakinan masyarakat terhadap larangan tersebut.

Salah satu kejadian yang banyak dibicarakan adalah pengalaman seorang sopir truk keturunan Cina yang menginap di rumah temannya di Desa Pujungan.

Malam itu, ia mengalami gangguan aneh—tidak bisa tidur dan merasa gelisah sepanjang malam.

Lebih lanjut, ada pula kisah seorang warga Desa Pujungan yang menikah dengan orang keturunan Cina.

Pernikahan tersebut justru berakhir tragis: rumah tangga mereka berantakan, harta benda habis, dan akhirnya mereka bercerai.

Kini, warga tersebut hidup seorang diri, membuat cerita ini semakin dipercaya masyarakat sebagai bukti nyata larangan yang tersirat.

Keberadaan Palinggih Ida Bhatara Cina

Masyarakat setempat percaya bahwa keberadaan Palinggih Ida Bhatara Cina di Pura Manik Terus menjadi simbol penghormatan kepada nenek moyang keturunan Cina yang pernah hijrah ke Desa Pujungan dan kemudian moksa di tempat ini.

Piodalan di Pura Manik Terus diadakan setiap enam bulan sekali, tepat pada Soma Wuku Tolu, dan menjadi momen sakral yang dihadiri oleh warga dari berbagai desa di sekitarnya, termasuk Desa Busungbiu, Desa Pelapuhan, dan Desa Kekeran, Buleleng.

Sebagai Pura Dang Kahyangan, Pura Manik Terus tidak hanya menjadi tempat pemujaan bagi warga Pujungan, tetapi juga bagi umat Hindu dari berbagai wilayah.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada kepercayaan yang unik di Desa Pujungan, masyarakatnya tetap hidup rukun dan berbaur dengan lintas agama serta lintas suku di desa-desa tetangga.

Warisan Budaya yang Sarat Makna

Kepercayaan tentang larangan bagi keturunan Cina di Desa Pujungan mencerminkan bagaimana sejarah, tradisi, dan kepercayaan lokal dapat membentuk kehidupan masyarakat hingga saat ini.

Kisah-kisah ini menjadi bagian dari warisan budaya yang kaya dan terus menarik perhatian, baik dari sisi spiritual maupun sejarah.

Apakah ini hanya kebetulan atau benar-benar pengaruh kekuatan gaib? Kisah Pura Manik Terus dan Palinggih Ida Bhatara Cina tetap menjadi misteri yang memikat hati para peneliti, wisatawan, hingga pamedek yang tangkil untuk mencari berkah dan ketenangan batin. *** 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #pupuan #pujungan #hindu #misteri #Pura Manik Terus #moksa #tabanan #Ida Bhatara Cina