Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Keajaiban Pura Siwa di Bali: Tempat Meditasi Lintas Agama yang Sarat Aura Magis

I Putu Suyatra • Jumat, 10 Januari 2025 | 15:20 WIB
Pura Siwa di Banjar Margasari, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, bukan sekadar tempat ibadah umat Hindu Bali.
Pura Siwa di Banjar Margasari, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, bukan sekadar tempat ibadah umat Hindu Bali.

BALIEXPRESS.ID - Pura Siwa di Banjar Margasari, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, bukan sekadar tempat ibadah umat Hindu Bali.

Pura ini telah menjadi magnet spiritual bagi umat dari berbagai agama, seperti Buddha, Islam, dan Kristen, yang datang untuk bermeditasi dan melakukan pembersihan diri.

Suasana magis dan religiusnya menjadikan Pura Siwa sebagai tempat yang sangat istimewa.

Menurut pemangku Pura Siwa, Jero Mangku Sutarjana, banyak pengunjung mengaku menemukan jati diri mereka di tempat ini.

“Semua ciptaan Tuhan itu sama. Jadi, siapa pun bisa tangkil di Pura Siwa,” ujarnya.

Tak hanya masyarakat biasa, para pemuka agama seperti Sulinggih, Pedanda, hingga pejabat kerap mengunjungi pura ini untuk mencari ketenangan batin.

Transformasi Spiritual di Pura Siwa

Daya tarik Pura Siwa juga terletak pada pengalaman transformasi spiritual yang dialami banyak pengunjung.

Bahkan, orang-orang dengan masa lalu kelam seperti mantan preman atau pecandu minuman keras menemukan titik balik kehidupan mereka di sini.

Melalui meditasi dan ritual malukat, mereka berubah menjadi pribadi yang lebih religius. Menariknya, mereka dijuluki "Premandita", sebuah permainan kata dari "Pinandita," yang mencerminkan perubahan positif mereka.

“Beberapa orang datang ke sini, bermeditasi, malukat, dan kini menjadi lebih mendalami agama. Itu sangat membahagiakan,” ungkap Jero Mangku Sutarjana sembari tersenyum.

Magnet Bagi Politisi dan Wisatawan Asing

Tak hanya masyarakat umum, politisi yang hendak maju dalam Pilkada juga sering berkunjung ke Pura Siwa.

Namun, Jero Mangku Sutarjana selalu menegaskan pentingnya niat tulus dan karma baik sebagai landasan doa dan permohonan.

Hal ini membuat aura Pura Siwa semakin kental dengan nilai-nilai universal.

Selain itu, kehadiran wisatawan asing menambah warna di Pura Siwa.

Menurut Jero Mangku, para WNA ini umumnya mengenal pura melalui rekomendasi dari mulut ke mulut dan media sosial.

Lokasi favorit mereka adalah Payogan Ida Betara Lingsir, tempat meditasi yang ditemani patung kambing hitam di sebelah kanan dan macan kumbang di sebelah kiri.

Figur Ida Betara Lingsir hingga kini masih menjadi misteri, namun diyakini sebagai sosok pertapa yang telah mencapai moksa di Gunung Batukaru.

Pemandangan Menakjubkan dari Ketinggian

Berada di ketinggian 1.174 meter di atas permukaan laut, Pura Siwa menawarkan suasana sejuk yang memanjakan para pengunjung.

Saat cuaca cerah, pemandangan luar biasa akan tersaji: tujuh gunung di Pulau Jawa, termasuk Gunung Semeru dan Gunung Raung, terlihat dengan jelas dari pura ini.

Keindahan alam ini berpadu dengan aura spiritual, menjadikan Pura Siwa sebagai tempat yang sempurna untuk bermeditasi dan menemukan kedamaian.

Dengan atmosfer tenang dan sarat religius, tak heran jika tempat ini terus menjadi tujuan favorit bagi mereka yang mencari pencerahan batin.

Pura Siwa bukan sekadar tempat ibadah, melainkan jembatan lintas agama dan budaya, tempat di mana semua ciptaan Tuhan dianggap setara. Apakah Anda siap merasakan kedamaian di tempat ini? *** 

 

GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA
GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA
Editor : I Putu Suyatra
#bali #hindu #Pura Siwa #tabanan