Salah satunya adalah Lontar usadha Tiwang. Lontar ini membahas tentang penyakit tiwang yang mempunyai gejala badan terasa meluang, sakit dan ngilu, gelisah, mata mendelik, otot kaku bahkan sampai pingsan.
Penekun usada Bali, Gede Sutana, S.Kes, M.Si mengatakan penyakit tiwang memang kerap dialami oleh masyarakat.
Gejalanya pun beragam tergantung jenis penyakit tiwangnya. Sebut saja tiwang utara. Penyakit ini memiliki gejala gelisah (meunyang-anyingan), mata mendelik.
Tiwang tojos dicirikan dengan gejala gelisah (meunyang-anyingan), mata mendelik, serta tangan tidak mau diam (pati grepe).
Sedangkan Tiwang udang memiliki gejala tangan dan tungkai bergerak-gerak seperti gerakan udang, mata melotot.
Sedangkan Tiwang alun dengan gejala Perut terasa sakit. Begitu juga Tiwang jasa dengan gejala tangan meluang (kebas).
“Obat tradisional yang digunakan pun beragam. Termasuk cara mengobatinya dengan bahan-bahan tradisional. Ada yang terbuat dari campuran berbagai jenis tumbuh-tumbuhan atau bahan herbal lainnya,” kata Sutana.
Seperti arak, lengis tanusan, garam, gula, kapur, maupun santen, bahkan tain seksek serta iduh bang. Penggunaannya pun ada dimakan, diminum, ditutuhkan, disemburkan, diuapkan atau dilulurkan, maupun ditempelkan.
Dalam usadha tiwang, tetengering gering terlihat dari pengenalan gejala-gejala penyakit, seperti tiwang utara dicirikan dengan gejala gelisah (meunyang-anyingan), mata mendelik.
Tiwang tojos dicirikan dengan gejala gelisah (meunyang-anyingan), mata mendelik, serta tangan tidak mau diam (pati grepe).
Selanjutnya, dilakukan pengobatan dengan menggunakan berbagai jenis ramuan yang berasal dari tumbuhtumbuhan serta bahan-bahan lainnya.
Tiwang utara di obati dengan campuran Gamongan, Triketuka yaitu Kesuna, Jangu Mesui serta tain seksek.
Bahan-bahan tersebut kemudian dihaluskan semuanya dan cara pengobatannya dengan cara diurapkan.
Baca Juga: Tragedi di Sukawati: Candi Bersejarah Berusia Ratusan Tahun Pura Dalem Saren Runtuh di Tengah Malam
Kemudian Tiwang alun ditandai dengan gejala perut terasa sakit. Ini diobati dengan Gamongan, Daun teep, Triketuka yaitu Kesuna, Jangu, Mesui Bras bang, Jeruk linglang.
Cara pengobatannya seluruh bahan dihaluskan kemudian diminum.
Tiwang pamali papasanan gejalanya Punggung terasa sakit menusuk-nusuk.
obatnya Daun dan babakan pule, Temu tis, Sepet-sepet, Tingkih, Kelapa dibakar, Adas. Bahan-bahan tersebut dihaluskan kemudian disembarkan.
Tiwang angin dengan ciri-ciri sakit perut muncul hilang. Obatnya Tunas liligundi lanang, Triketuka yaitu Kesuna, Jangu Mesui, Lampuyang Lawos.
Dihaluskan kemudian diminum. Sedangkan Triketuka, Kunir disembarkan.
“Ada juga penyakit Tiwang jaran. Biasanya ciri-ciri gejalanya yaitu Mulutnya bengar-bengor seperti mulut kuda. Penyakit ini diobati dengan Akar dalundung, Akar kapas, Bras bang, Triketuka Kesuna Jangu Mesui,” ungkapnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika