BALIEXPRESS.ID - Desa Tamanbali, Kecamatan Bangli, Bali, menyimpan berbagai peninggalan sejarah yang menarik dan penuh misteri.
Selain situs-situs bersejarah bagi umat Hindu Bali seperti Pura Taman Narmada Bali Raja dan Pura Kahyangan Tiga, ada satu peninggalan unik yang menggugah rasa penasaran—Patung Lembu atau yang dikenal dengan nama Palinggih Bale Lembu.
Patung ini dipercaya memiliki kekuatan magis yang mampu menyembuhkan hewan ternak yang sakit, namun ada lebih banyak cerita menarik yang tersembunyi di balik keberadaannya.
Keunikan Patung Lembu yang Membuat Warga Terpesona
Patung Lembu terletak di kawasan Banjar Dadia, Desa Tamanbali, tepatnya di samping Puskesmas Bangli I.
Berukuran sebesar anak sapi, patung yang terbuat dari batu ini dihiasi dengan tedung (payung) putih dan kuning serta kain yang melingkupi tubuhnya.
Meskipun dikelilingi dengan luas lahan 5 x 4 meter, patung ini tetap menyimpan aura sakral dan penuh misteri.
Namun, bukan hanya ukurannya yang mencolok, melainkan juga kepercayaan masyarakat sekitar bahwa patung ini memiliki tuah untuk menyembuhkan penyakit pada ternak.
Sambil memercikkan air suci yang telah dihaturkan di altar, warga percaya bahwa ternak mereka bisa sembuh.
Bahkan, banyak yang mengaku telah merasakan manfaatnya setelah melakukan ritual di tempat ini.
Asal Usul dan Cerita di Balik Patung Lembu
Menurut Tokoh Adat Tamanbali, Sang Kompyang Suarjaksa, keberadaan patung ini sudah ada sejak zaman Kerajaan Tamanbali, yang dulunya terletak tepat di lokasi SMKN 3 Bangli.
Konon, patung ini digunakan oleh Raja Tamanbali untuk buang air besar, meskipun siapa rajanya tidak dijelaskan secara rinci.
Patung ini memiliki tiga lubang—di mulut, punggung, dan kaki—yang dianggap sebagai saluran pembuangan. Namun, selain itu, patung ini dipercaya membawa berkah kesembuhan.
Ritual Ajaib: Patung Lembu yang Tak Bisa Dipindahkan
Cerita misteri lain yang menarik perhatian adalah upaya warga untuk memindahkan atau menaikkan posisi patung tersebut.
Beberapa kali, warga mencoba memindahkan patung ke tempat yang lebih layak, namun usaha mereka selalu gagal.
Meski menggunakan berbagai alat, patung itu tetap tidak bisa diangkat. Kejadian ini menguatkan kepercayaan masyarakat bahwa patung tersebut tidak boleh dipindahkan atau disentuh tanpa izin.
"Jangan coba-coba kalau berbuat aneh ke sini, apalagi coba sentuh tanpa izin. Nanti sakit," kata Sang Ketut Sedia, salah seorang warga, mengingatkan.
Menurutnya, patung ini memiliki hubungan erat dengan permintaan raja pada zaman dahulu agar patung tidak dipindahkan.
Upacara dan Ritual yang Menghormati Patung Lembu
Meskipun tidak ada hari khusus untuk menggelar upacara di lokasi patung ini, masyarakat Tamanbali sering melaksanakan ritual-ritual pada hari-hari tertentu seperti Tumpek Landep, Kajeng Kliwon, serta Purnama dan Tilem.
Ritual-ritual ini menjadi cara bagi warga untuk menghormati dan mempersembahkan doa-doa mereka, terutama untuk kesehatan ternak dan keselamatan desa.
Patung Lembu di Desa Tamanbali bukan hanya sekadar peninggalan sejarah, tetapi juga sebuah simbol magis yang memiliki kekuatan untuk menyembuhkan dan melindungi.
Keunikan dan misteri yang menyelubunginya terus menarik perhatian banyak orang.
Tak hanya sebagai tempat bersejarah, patung ini menjadi bagian penting dari warisan budaya Bali yang penuh makna spiritual dan magis. ***
Editor : I Putu Suyatra