BALIEXPRESS.ID - Bali memang terkenal dengan berbagai tempat malukat yang sarat akan nilai spiritual. Salah satu lokasi yang menarik perhatian adalah Pasiraman Bhuana Amertha, yang terletak di Banjar Tinungan, Desa Apuan, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali.
Tempat ini memiliki daya tarik tersendiri sebagai lokasi pengusir mala, baik secara sekala maupun niskala.
Menurut Drs. I Wayan Norjana, tokoh pengelola tempat ini, keberadaan Pasiraman Bhuana Amertha bermula dari ditemukannya mata air alami (bulakan) oleh leluhur setempat, yang juga seorang Jero Mangku di Pura Dalem.
Mata air ini berkembang menjadi telaga kecil berisi ikan Nyalian, dengan pohon Pole yang tumbuh di sampingnya.
"Leluhur kami mendapatkan firasat untuk menghaturkan sesajen di bulakan ini setiap Purnama dan Tilem. Bahkan, firasat itu juga menyarankan untuk memohon tirta demi kesuburan tanaman," ujar Wayan Norjana.
Sejak tahun 1927, tempat ini disucikan, dan baru direnovasi secara besar-besaran antara tahun 2016 hingga 2019.
Nama Pasiraman Bhuana Amertha sendiri muncul melalui pemuus (ilham) saat upacara Pamendeman Semara Reka. Tempat ini kini terbuka secara universal untuk semua umat.
Keunikan dan Ritual di Pasiraman Bhuana Amertha
Salah satu daya tarik utama Pasiraman Bhuana Amertha adalah rendaman akar Pohon Pole yang diyakini memiliki khasiat menyembuhkan.
Sebelum renovasi, banyak warga yang sudah mencoba berendam di sini untuk memohon kesembuhan, kesejahteraan, hingga kelancaran usaha.
Setelah upacara Pamlaspasan pada Jumat, 19 April 2019, yang bertepatan dengan Purnama Sasih Desta, popularitas Pasiraman ini semakin meluas.
Para pamedek (umat) percaya bahwa malukat di tempat ini mampu menghilangkan mala ring angga sarira, sekaligus memohon keselamatan dan keberkahan rezeki.
Fasilitas Panglukatan yang Membawa Berkah
Pasiraman ini memiliki dua area utama:
-
Panglukatan Bawah (Goa Bawah)
- Terdapat tiga pancoran: Pancoran Dukuh, Pancoran Naga, dan Pancoran Toya Buke, yang berfungsi untuk menghilangkan mala secara sekala dan niskala.
- Air yang digunakan bersumber dari Pasiraman Ratu Ayu.
-
Panglukatan Atas
- Memiliki telaga besar yang berasal dari rendaman akar Pohon Pole.
- Pancoran Dedari meningkatkan aura dalam diri.
- Pancoran Goa Taru Pole hanya untuk pamedek yang sudah suci (minimal telah melaksanakan pawintenan Saraswati).
Ada pula lima pancoran lain dengan fungsi berbeda:
- Pancoran Amerta Sri Manik Galih: Melancarkan usaha.
- Pancoran Amerta Nawa Ratna: Menghilangkan segala mala dan kutukan.
- Pancoran Amerta Sidi Nugraha Saraswati: Memohon keberhasilan dalam ilmu pengetahuan.
- Pancoran Amerta Cakra Bumi: Menghilangkan sakit akibat ilmu hitam.
- Pancoran Siwa Sutra Pangastuti: Memohon anugerah Siwa untuk menghapus segala mala.
Panduan dan Larangan bagi Pamedek
Bagi masyarakat yang ingin malukat, disarankan mengenakan pakaian adat madya dan membawa pakaian ganti.
Namun, wanita yang sedang datang bulan dan mereka yang dalam kondisi cuntaka (sebel) dilarang melakukan ritual ini.
Pasiraman Bhuana Amertha adalah bukti bagaimana tradisi leluhur Bali tetap hidup dan relevan.
Selain sebagai tempat ritual, lokasi ini menawarkan pengalaman spiritual yang mendalam bagi siapa saja yang datang dengan hati tulus dan harapan besar.
Apakah Anda penasaran untuk merasakan sendiri kekuatan malukat di Pasiraman Bhuana Amertha? Kunjungi dan temukan kedamaian serta keberkahan di tempat suci ini.***
Editor : I Putu Suyatra