BALIEXPRESS.ID - Malukat, ritual pembersihan diri secara fisik dan spiritual, kerap menjadi alternatif bagi umat Hindu Bali yang mencari kesembuhan di luar metode medis.
Salah satu tempat suci yang terkenal untuk melukat adalah Pura Tamansari Agung Kerobokan, yang berlokasi di Jalan Raya Canggu, Banjar Anyar Kaja, Kelurahan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Bali.
Tempat ini dipercaya menjadi kediaman Ida Bhatara Daneswara, dewa yang melindungi para balian (paranormal).
Pesona Magis Pura Tamansari Agung
Setiap hari, pura ini ramai dikunjungi warga yang membawa galon air mineral.
Mereka datang untuk mengambil tirta (air suci) dari pancuran pura, yang dipercaya memiliki kekuatan magis.
Sumber air ini menjadi daya tarik tersendiri karena airnya bisa langsung diminum tanpa perlu dimasak. Lokasinya yang berada di tengah permukiman padat membuat akses menuju pura semakin mudah.
Sebelum memasuki pura, pengunjung akan melewati jembatan kecil yang melintasi telaga cantik penuh tanaman teratai.
Di jaba tengah pura, terlihat pamedek (umat) yang mengisi galon dengan air dari pancuran suci.
Sejarah Berdirinya Pura Tamansari Agung
Menurut Pemangku Pura Tamansari Agung, I Wayan Sukarsa, pura ini berdiri sejak tahun 933 Saka atau 1011 Masehi.
Pendiri awalnya adalah empat keluarga leluhur dari Gua Song, Songan, dan wilayah Gunung Batur, Kintamani.
Mereka diperintahkan oleh Ida Bhatara Kawitan untuk mencari tirta sudamala di wilayah selatan Bali, yang menjadi cikal bakal pura ini.
Hingga kini, Pura Tamansari Agung diempon oleh 38 keluarga dari Warga Pasek Kayu Selem.
Pura ini juga menjadi sumber tirta utama untuk berbagai pujawali (upacara besar) di pura lain, termasuk Pura Petitenget.
Proses Malukat di Pura Tamansari Agung
Ritual malukat di pura ini diawali dengan sembahyang di utamaning mandala (area utama pura) dan dilanjutkan dengan pengambilan tirta dari Gedong Pangresikan.
Air suci ini ditampung menggunakan batok kelapa khusus sesuai kebutuhan spiritual pamedek.
Proses panglukatan biasanya dilakukan di madya mandala (jaba tengah), tepat di depan kori agung.
Pemangku Sukarsa mengungkapkan bahwa beberapa pamedek yang melukat kerap mengalami karauhan (trance) atau tanda-tanda niskala lainnya.
Yang menarik, tanda alam mistis sering muncul ketika seseorang berjodoh untuk sembuh dari penyakitnya.
Misalnya, ular—yang dipercaya sebagai rencang Ida Bhatara—akan melilit tali tambang pada batok kelapa saat pengambilan tirta.
Selain itu, tirta yang ditunas (diambil) akan tampak bercahaya jika diletakkan di rong telu (tempat suci di rumah pamedek).
Makna Spiritual dan Pesan Pemangku
Pemangku Sukarsa menekankan pentingnya niat tulus dalam melukat.
"Kasihan kalau sudah jauh-jauh datang tapi batal hanya karena kurang persiapan. Yang utama adalah niat," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa hanya pemangku yang boleh memasuki Gedong Pangresikan untuk mengambil tirta, karena proses ini menyangkut urusan niskala yang sangat sakral.
Bagi yang ingin mencari kesembuhan atau membersihkan diri secara spiritual, Pura Tamansari Agung Kerobokan menjadi pilihan yang sarat makna dan dipercaya membawa berkah.
Siapa tahu, restu Ida Bhatara Daneswara sedang menanti Anda di sini. ***
Editor : I Putu Suyatra