Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sembahyang, Fokus Pada Brahman, Maya dan Jiwa

Putu Agus Adegrantika • Selasa, 21 Januari 2025 | 19:09 WIB

 

JIWA : Prosesi persembahyangan oleh umat Hindu yang merupakan sebagai pemusatan pikiran dan melatih jiwa.
JIWA : Prosesi persembahyangan oleh umat Hindu yang merupakan sebagai pemusatan pikiran dan melatih jiwa.

BALIEXPRESS.ID - Sebagai umat Hindu sudah tentu kita sering melaksanakan persembahyangan. Dalam persembahyangan tersebut tentunya kita perlu memusatkan pikiran kepada Brahman. Namun selain itu juga terdapat maya dan jiwa.

Penyuluh Agama Hindu, Aris Widodo, menerangkan perlu kita ketahui Brahman, Maya dan Jiwa tersebut.” Brahman Yang Mutlak, setelah menciptakan unsur-unsur masuk kedalamnya. Ia adalah pribadi keemasan dalam matahari. Ia adalah sinar dari roh yang selalu murni. Ia adalah sat cit ananda, Esa tanpa ada duanya. Ia adalah Bhuma, tak terbatas, tak terkondisikan,” terang Widodo.

Selanjutnya dia menerangkan Brahman adalah penyebab material dan juga penyebab instrumental dari alam semesta. Brahman dan alam semesta tidaklah berbeda, seperti kendi yang tak berbeda dengan tanah liat. “Brahman mengembangkan dirinya menjadi alam semesta sendiri,” imbuhnya.

Baca Juga: Anak Dibawah Umur Digilir Dua Pria di Balai Banjar, Polres Karangasem Beber Kronologi

Disebutkan juga Brahman adalah paramarthika satta (realita mutlak), Alam dunia adalah wyawaharika satta (realita relatif), Obyek-obyek mimpi adalah pratibhasika satta (realita yang nyata).

Sementara Maya adalah sakti (kekuatan) dari Tuhan, yang merupakan Karana Sarira (badan penyebab) dari Tuhan. Ia menyembunyikan yang nyata dan membuat yang tidak nyata tampak  sebagai nyata. Ia adalah Anirwacaniya (tak tergambarkan).

“Maya memiliki dua daya kekuatan yaitu daya menyelubungi atau awarana sakti dan daya pemantulan atau wiksepa sakti,” tegas Widodo.

Sehingga manusia telah melupakan sifat inti ke-Tuhan-an, disebabkan daya menyelubungi dari maya ini. Alam semesta dipantulkan, akibat dari wiksepa sakti dari maya.

Jiwa atau roh pribadi diselubungi oleh 5 lapisan (kosa) seperti lapisan pada bawang. Lima lapisan itu adalah lapisan makanan (anamaya kosa), lapisan vital (pranamaya kosa), lapisan mental ( manomaya kosa), lapisan intelektual (wijnanamaya kosa), dan lapisan kebahagiaan (anandamaya kosa).

Baca Juga: Hotman Paris Dukung Penutupan PARQ Ubud, Sebut Pemda Gianyar Hebat dan Tegas

Lapisan pertama membentuk badan fisik, ketiga lapisan berikutnya membentuk badan halus, dan lapisan terakhir membentuk badan penyebab.

Ada tiga keadaan kesadaran bagi roh pribadi yaitu keadaan jaga, keadaan mimpi, dan keadaan tidur lelap. Turiya atau keadaan ke 4 adalah keadaan supra sadar, karena Turiya adalah Brahman. “Awidya adalah badan penyebab dari Jiwa atau roh pribadi. Jiwa menyamakan dirinya dengan badan, pikiran dan indriya-indriya disebabkan oleh awidya,” pungkas Widodo.*

Editor : Putu Agus Adegrantika
#sembahyang