Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tingkatkan Kualitas Diri dengan “Sundarigama”

Putu Agus Adegrantika • Selasa, 21 Januari 2025 | 19:14 WIB

 

KEPALA : Kepala Kemenag Kantor Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Agung Wardhita.
KEPALA : Kepala Kemenag Kantor Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Agung Wardhita.

BALIEXPRESS.ID - Kementerian Agama Kantor Kabupaten Gianyar saat ini tengah melakukan terobosan baru dengan membuat inovasi. Inovasi tersebut disebut dengan program Sundarigama (Suluh Nyata Dari Diri Beragama).

Program  tersebut merupakan yang digagas oleh Kepala Kemenag Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Agung Wardhita.  “Program dari Kementerian Agama Kantor Kabupaten Gianyar berjalan setiap Purnama dan Tilem,” jelasnya.

Baca Juga: Diusut Propam, ini Pengakuan Polisi Kuta Soal Bule Korban Begal Diminta Bayar Rp 200 Ribu

Disebutkan khusus pada Purnama dilaksanakan oleh Urusan Agama Hindu dengan sembahyang ke Pura Kahyangan Jagat di seputar Gianyar. Lokasinya digilir per kecamatan, dan pada saat Tilem dilakukan oleh Seksi Pendidikan Agama Hindu.

“Ini sebagai langkah kita meningkatkan kualitas diri dengan bersembahyang, selain itu juga dibarengi dengan asih punia dan bhakti,” tegas Agung Wardhita.

Asih Punia Bhakti adalah istilah dalam bahasa Bali yang berkaitan dengan konsep spiritualitas dan kebajikan dalam tradisi Hindu Bali. Asih berarti kasih sayang atau cinta, yang merujuk pada perasaan cinta dan perhatian terhadap sesama makhluk.

Punia berarti perbuatan baik atau amal, yang menunjukkan tindakan yang dilakukan untuk memperoleh kebaikan dan kebajikan.

Baca Juga: Curhat Pegawai Kemendikti Saintek Soal Menteri Satryo; Dibentak Hingga Dipecat Via WA

Sedangkan Bhakti berarti pengabdian atau devosi, yang berkaitan dengan rasa pengabdian yang tulus kepada Tuhan, orang tua, guru, atau sesama.

Secara keseluruhan, "Asih Punia Bhakti" bisa diartikan sebagai penggabungan antara kasih sayang, amal baik, dan pengabdian dalam menjalani hidup sesuai dengan ajaran agama atau spiritual.  “Ini menunjukkan pentingnya berbuat baik, mengasihi, dan mengabdi kepada Tuhan serta sesama dalam kehidupan sehari-hari, dan terbalut dalam Sundarigama tersebut,” pungkasnya.

Editor : Putu Agus Adegrantika
#sundarigama