Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Usianya Diperkirakan 30.000 Tahun, Situs Lukisan Wayang di Batu Karangasem: Simbol Leluhur dan Kesuburan?

I Putu Suyatra • Rabu, 22 Januari 2025 | 00:23 WIB
Situs Lukisan Wayang di Batu Karangasem: Simbol Leluhur dan Kesuburan?
Situs Lukisan Wayang di Batu Karangasem: Simbol Leluhur dan Kesuburan?

BALIEXPRESS.ID - Setelah sekian lama terkubur dalam ketidakpastian, keberadaan situs lukisan wayang di atas batu di kawasan Manukaya Dagdag, Desa Pesaban, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali, akhirnya terungkap.

Situs ini tidak hanya memantik rasa ingin tahu, tetapi juga menyimpan jejak sejarah yang kaya akan simbolisme.

Lantas, apa sebenarnya makna di balik peninggalan unik ini?

Perjuangan Mengungkap Situs Bersejarah

Akses medan yang sulit dan rendahnya kesadaran terhadap pelestarian sejarah membuat situs ini nyaris terlupakan.

Namun, berkat dedikasi Pokdarwis Saban Bercahaya, yang dipimpin oleh I Putu Puspa Artayasa, serta dukungan masyarakat Desa Pesaban, situs tersebut kini mendapat perhatian serius.

Melalui surat resmi, tim dari Badan Arkeologi Bali, yang dipimpin oleh Putu Yuda Haribuana, melakukan kajian lapangan untuk mengidentifikasi relief yang ditemukan.

Penelitian ini tidak hanya melibatkan pihak arkeologi, tetapi juga dukungan dari BPCB Bali, Dinas Kebudayaan Karangasem, serta aparat desa setempat.

Detail Relief: Jejak Masa Lalu yang Berbicara

Relief tersebut terletak di tebing sungai Tukad Jinah dengan ukuran batu padas mencapai 3 x 2,4 meter.

Gambar yang terukir menggambarkan figur laki-laki dan perempuan dengan ciri khas alat genital yang menonjol, dikelilingi hiasan bermotif mata, daun, dan spiral.

Teknik pahatan tergolong sederhana, namun menyiratkan simbol-simbol budaya yang mendalam.

Berdasarkan analisis geologi, batuan ini berasal dari kelompok vulkanik Gunung Api Buyan-Beratan dan Batur dengan usia mencapai 30.000 tahun.

Temuan ini menambah daftar panjang seni cadas di Indonesia, yang sebelumnya ditemukan di Sulawesi, Sumatera, Papua, hingga NTT.

Makna Filosofis: Simbol Leluhur dan Kesuburan

Penggambaran pada relief ini diduga terkait dengan budaya megalitik, yang berkembang sejak masa Neolitikum hingga Perundagian.

Figur laki-laki dan perempuan diperkirakan melambangkan leluhur, sementara genitalia yang menonjol dihubungkan dengan simbol kesuburan dan perlindungan dari bala.

Konsep megalitik erat kaitannya dengan kepercayaan pada roh leluhur, yang dianggap memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan.

Relief ini mungkin berfungsi sebagai media penghubung antara dunia manusia dan roh leluhur.

Langkah Pelestarian dan Penelitian Lanjutan

Temuan ini memerlukan kajian lebih mendalam untuk mengungkap fungsi dan keterkaitannya dengan situs-situs megalitik lain, baik di Bali maupun Indonesia.

Selain itu, peninggalan ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya untuk generasi mendatang.

Apakah temuan ini akan membuka pintu baru dalam memahami sejarah Bali? Simbol apa lagi yang tersembunyi di balik relief tersebut?

Temuan ini bukan sekadar artefak, melainkan pintu gerbang menuju misteri kebudayaan yang belum terungkap sepenuhnya. *** 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #kesuburan #situs #karangasem #leluhur