Sejarah dan Kisah Mistis Tempat Suci Hindu Bali, Pura Pengulun Titi Tukad Ayung: Tempat Bersemayamnya Ratu Niang di Pohon Besar
I Putu Suyatra• Rabu, 22 Januari 2025 | 15:14 WIB
Pura Pengulun Titi Tukad Ayung, Desa Sibang Gede, Abiansemal, Badung, Bali
BALIEXPRESS.ID - Awalnya, pohon besar di sisi Sungai Ayung ini tampak seperti pohon biasa. Namun, siapa sangka, pohon di area Pura Pengulun Titi Tukad Ayung, Desa Sibang Gede, Abiansemal, Badung, Bali, ini dipercaya sebagai tempat berstana Ratu Niang, sosok gaib yang diyakini melindungi kawasan tersebut.
Pesona dan Keangkeran Sungai Ayung
Sebagai salah satu sungai terpanjang di Bali, Tukad Ayung dikenal luas oleh masyarakat Bali.
Sungai yang berhulu di Kintamani ini mengalir sepanjang 62,5 kilometer hingga bermuara di Selat Badung.
Selain keindahan alamnya yang hijau dan aktivitas rafting, Sungai Ayung juga menjadi rumah bagi Pura Pengulun Titi Tukad Ayung, pura kecil yang menyimpan kisah magis dan mistis.
Berlokasi di tepi sungai, pura ini menjadi destinasi menarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Desa Sibang Gede.
Suasana asri dan hijau di sekitar pura sering didokumentasikan oleh pengunjung.
Namun, di balik keindahannya, aura mistis menyelimuti kawasan ini, terutama saat melintasi jembatan menuju pura.
Sejarah dan Kejadian Mistis di Pura
Tokoh pengempon pura, I Gusti Agung Ngurah Alit, mengungkapkan bahwa pura ini dibangun sekitar 50 tahun lalu.
“Awalnya, jembatan dibangun agar warga Subak Karang Sibang dan Subak Dharmayasa dapat menyebrangi sungai tanpa risiko terbawa arus deras,” jelasnya.
Setelah jembatan selesai, pura pun didirikan untuk keselamatan warga yang melintas.
Namun, kejadian tak terduga kerap terjadi. Pada tahun 2016, banjir besar melanda, membuat air sungai meluap hingga merusak pura.
Meskipun demikian, Palinggih Padmasana tetap kokoh berdiri.
Setelah direnovasi dengan bantuan BPBD atas usulan anggota DPRD Badung saat itu, I Nyoman Gede Wiradana, pura kembali digunakan dengan melaksanakan upacara Pamlaspasan pada Buda Kliwon Wuku Sinta, sembilan bulan lalu.
Saat upacara berlangsung, angin kencang berputar-putar di atas Palinggih Padmasana, yang diyakini sebagai tanda restu niskala.
Suara Gaib di Pohon Besar
Kisah lainnya diungkapkan oleh istri Ngurah Alit, I Gusti Agung Ayu Putu Alit. Ia mengaku mendengar suara gaib saat duduk sendirian di kawasan pura.
Suara tersebut mengatakan bahwa ia tidak dihiraukan dan tak ada yang memberikan persembahan.
Setelah ditelusuri secara niskala, suara itu diyakini milik Ratu Niang, sosok gaib yang bersemayam di pohon besar dekat pura.
Sejak saat itu, warga membuatkan tempat khusus untuk menghaturkan sesajen di pohon tersebut.
Hingga kini, ritual persembahyangan rutin dilakukan oleh Mangku Made, pemangku yang mewakili 90 kepala keluarga dari dua subak yang mengempon pura.
Jangan Sembarangan Bicara di Sekitar Pura
Baik Ngurah Alit maupun Ayu Putu menyarankan agar pengunjung menjaga tutur kata di sekitar pura.
“Jangan berkata kotor atau melakukan hal aneh. Pernah ada yang melihat penampakan dua sosok hitam besar di sana,” ungkap Ngurah Alit.
Dengan kisah mistisnya yang memikat, Pura Pengulun Titi Tukad Ayung menjadi tempat penuh daya tarik bagi mereka yang ingin merasakan suasana magis Bali.
Namun, pengunjung diingatkan untuk selalu menghormati tradisi dan menjaga perilaku saat berada di kawasan suci bagi umat Hindu Bali, ini. ***