Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ribuan Krama Ikuti Prosesi Palebon Palinggih Dane Jero Gede Batur Alitan di Tengah Hujan

I Made Mertawan • Sabtu, 25 Januari 2025 | 00:35 WIB
Krama mengikuti prosesi palebon Palinggih Dane Jero Gede Batur Alitan, Jumat (24/1/2025).
Krama mengikuti prosesi palebon Palinggih Dane Jero Gede Batur Alitan, Jumat (24/1/2025).

BALIEXPRESS.ID- Hujan tidak menyurutkan antusiasme masyarakat untuk mengiringi prosesi palebon Palinggih Dane Jero Gede Batur Kawanan (Alitan) di Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, pada Jumat (24/1/2025).

Sejak pagi, sekitar pukul 08.00 Wita, masyarakat sudah memadati jalur utama Batur.

Pangemong Pura Ulun Danu Batur, Jero Penyarikan Duuran Batur mewakili Jero Gede Batur Duuran dan Kasinoman Desa Adat Batur, menyampaikan bahwa prosesi puncak palebon ini tidak hanya melibatkan krama Desa Batur.

Ribuan krama dari 10 desa yang memiliki keterkaitan dengan Batur atau disebut Batun Sendi Batur juga turut berpartisipasi.

Kesepuluh desa Batun Sendi tersebut adalah Desa Bayunggede, Buahan, Selulung, Sekardadi, Bonyoh, Tanggahan Gunung, Sribatu, Belancan, Sangkaduan, dan Katung. Mereka bertugas mengarak bade, sedangkan masyarakat Batur fokus ke patulangan.

“Bade tumpang sembilan diarak oleh 1.150 orang dari 10 Desa Batun Sendi,” ujar Jero Gede Penyarikan Duuran Batur di sela-sela upacara palebon.

Palebon Jero Gede Batur Alitan menggunakan bade tumpang sia (tingkat sembilan) setinggi 22 meter dengan patulangan kaang (raja ikan).

Menurutnya, hal ini merupakan sesuatu yang istimewa bagi mendiang, yang merupakan seorang tokoh adat.

“Penggunaan bade tumpang sia dan patulangan kaang yang sangat spesial dilegitimasi dalam teks Rajapurana Batur khususnya pada Lontar Pratekaning Usana Siswa Sasana lembar 19,” sebutnya.

Dalam lontar tersebut, lanjut Jero Penyarikan Duuran Batur, dinyatakan bahwa apabila Jero Gede Batur sebagai pangemong Ida Ratu Sakti lebar (wafat), maka Palinggih Dane Jero Gede Batur Duuran berhak atas bade tumpang 11 dan patulangan berupa lembu putih.

Sementara itu, apabila Palinggih Dane Jero Gede Batur Alitan lebar, maka berhak atas bade tumpang sia dengan patulangan berupa kaang.

Iring-iringan bergerak dari Pura Kawanan menuju tunon (tempat pembakaran layon) sejauh 670 meter, dimulai setelah pukul 12.00 Wita.

Prosesi ini dilengkapi dengan berbagai rangkaian acara, termasuk tari-tarian dan gamelan, yang sama seperti pelaksanaan Pepada Agung saat Usaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur.

Palebon Palinggih Dane Jero Gede Batur Alitan menggunakan bade tumpang sia dan patulangan kaang, Jumat (24/1/2025).
Palebon Palinggih Dane Jero Gede Batur Alitan menggunakan bade tumpang sia dan patulangan kaang, Jumat (24/1/2025).

“Ada gong gede, baris Batur, sarana uparangga, patulangan dan bade,” sebut dosen Sastra Jawa Kuno Universitas Udayana ini. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#Kintamani #bangli #Jero Gede Batur Alitan