Misteri Keris Raksasa 2,5 Meter di Klungkung: Pusaka Sakral Peninggalan Majapahit
I Putu Suyatra• Minggu, 26 Januari 2025 | 17:53 WIB
Keris dengan panjang hingga 2,5 meter? Sebuah fenomena langka ini ditemukan di Gria Gede Giri Pundukdawa, Desa Adat Pundukdawa, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali.
BALIEXPRESS.ID - Ketika mendengar tentang keris, yang terbayang mungkin adalah pusaka khas Indonesia dengan panjang kurang dari 1 meter.
Namun, bagaimana jika ada keris dengan panjang hingga 2,5 meter? Sebuah fenomena langka ini ditemukan di Gria Gede Giri Pundukdawa, Desa Adat Pundukdawa, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali.
Keris Ki Ulung: Luk 120 dan Panjang 2,5 Meter
Keris berukuran raksasa ini diberi nama Keris Ki Ulung, memiliki panjang sekitar 2,5 meter dan luk 120.
Ia menjadi salah satu dari empat keris pusaka yang disakralkan dan disimpan di gedong suci gria tersebut.
Selain Keris Ki Ulung, ada tiga keris lainnya yang lebih pendek, yaitu Keris Ki Gana Pati (lebih pendek 10 cm), Keris Ki Naga Ulung (1,5 meter), dan Keris Ki Kober Kuning.
Menurut Ida Rsi Agung Wayahan Suta Dharma Jaya Giri, masing-masing keris memiliki fungsi yang berbeda:
Keris Ki Ulung: Pancerin gumi (penyeimbang bumi).
Keris Ki Gana Pati: Penangkeb gumi (penjaga bumi).
Keris Ki Naga Ulung: Panyegjeg jagat (peneguh dunia).
Keris Ki Kober Kuning: Penolak bala.
Jejak Majapahit dan Warisan Leluhur
Meski usia dan empu pembuat keris ini tidak diketahui pasti, Ida Rsi percaya keempat keris tersebut merupakan peninggalan zaman Kerajaan Majapahit.
Pusaka ini dibawa dari Pulau Jawa ke Bali oleh leluhur mereka, yakni trah Sira Arya Kanuruhan, untuk dilestarikan di gria.
"Leluhur kami diperintahkan menjaga pusaka ini demi kedamaian jagat nusantara," ujar Ida Rsi.
Keris-keris tersebut diduga terbuat dari logam, baja, dan meteorit dengan pendhok berbahan kayu yang hingga kini tidak diketahui jenisnya.
Keempat keris masih dalam kondisi utuh dan dirawat secara skala (fisik) maupun niskala (spiritual). Upacara khusus dilakukan setiap Tumpek Landep, hari suci yang dipersembahkan untuk benda-benda pusaka.
Pantangan dan Keberuntungan untuk Melihat Keris
Tidak sembarang orang dapat melihat atau menyentuh keempat keris tersebut. Bahkan, keluarga Gria Gede Giri Pundukdawa sangat membatasi akses terhadap pusaka ini untuk menjaga kesakralannya.
"Saat diupacarai atau dirawat, hanya orang-orang khusus yang melakukannya," jelas I Komang Murtawan, adik dari Ida Rsi sekaligus Bendesa Desa Adat Pundukdawa.
Kehadiran tim wartawan untuk melihat keris ini pun dianggap suatu keberuntungan yang sudah "diatur oleh leluhur".
Bahkan, untuk menunjukkan keris itu, Ida Rsi terlebih dahulu berkonsultasi dengan Murtawan.
Pusat Perhatian dan Godaan Politik
Keberadaan keris ini tidak luput dari perhatian para tokoh politik. Beberapa calon anggota DPR dan bupati dikabarkan pernah datang memohon restu untuk melancarkan karier politik mereka.
Namun, keluarga gria tetap menjaga prinsip bahwa pusaka ini bukan untuk kepentingan publikasi atau tujuan tertentu. Bahkan, keris ini sempat ditawar oleh beberapa orang, tetapi tetap tidak dilepaskan.
Selain urusan politik, banyak orang dari luar Bali datang ke gria atas petunjuk leluhur mereka.
Hal ini semakin mempertegas kesakralan keris tersebut sebagai warisan leluhur yang dipercaya membawa harmoni bagi jagat nusantara.
Bagaimana menurut Anda? Apakah keris raksasa ini sekadar pusaka, ataukah ada pesan spiritual yang lebih mendalam di baliknya? ***