BALIEXPRESS.ID - Di balik keheningan Pura Manik Galih, Buduk, Mengwi, Badung, Bali, tersimpan sebuah misteri yang memikat perhatian.
Tempat suci Hindu Bali yang mengadopsi konsep Dwi Mandala ini memiliki keunikan tersendiri, terutama dengan keberadaan arca tanpa kepala yang berada di Palinggih Sang Hyang Taya, sebuah simbol yang diyakini memiliki makna sakral dan mendalam.
Palinggih Unik: Arca Tanpa Kepala di Sang Hyang Taya
Pura Manik Galih terdiri atas beberapa palinggih di utamaning mandala, seperti Padmasana, Gedong Panyimpenan, Pelik Sari, dan Palinggih Sang Hyang Taya.
Sementara itu, di area jaba, terdapat Palinggih Panglurah.
Namun yang membuat Pura ini begitu istimewa adalah keberadaan arca tanpa kepala di Palinggih Sang Hyang Taya, yang jarang ditemukan di pura lain.
Jro Mangku Made Pasek Arsana, pemangku Pura Manik Galih yang telah mengabdi selama puluhan tahun, mengungkapkan bahwa arca tersebut memang sudah ada sejak zaman dahulu dalam kondisi tanpa kepala.
“Saya sempat bingung awalnya, lalu mencari referensi di sastra. Ternyata, memang ada arca yang seperti ini,” ujarnya.
Makna Arca Sang Hyang Taya: Simbol Keberesan dan Kesucian
Menurut sastra yang dipelajari oleh Jro Mangku Made Pasek, arca tanpa kepala, hidung, dan mulut merupakan perwujudan Sang Hyang Taya, yang diyakini mampu mengatasi segala hal negatif atau masalah yang tidak beres.
“Sang Hyang Taya ini merupakan simbol Ida yang bisa mengatasi hal-hal negatif maupun kekacauan. Arca ini memang sudah seperti itu sejak awal,” jelasnya.
Perbaikan dengan Tetap Menjaga Keaslian
Meski pernah mengalami perbaikan, arca Sang Hyang Taya tidak mengalami perubahan apa pun.
Jro Mangku Made Pasek menegaskan, pihaknya hanya memperbaiki bagian pondasi atau dasar arca, sementara bentuk asli arca tetap dipertahankan.
“Kami tidak ada perbaiki bagian arcanya, hanya pondasinya saja yang dibaguskan. Wujudnya tetap seperti semula,” katanya.
Pesan Spiritual dari Pura Manik Galih
Keberadaan arca tanpa kepala di Pura Manik Galih tidak hanya menjadi daya tarik unik, tetapi juga menyimpan pesan spiritual yang mendalam.
Konsep ini mengajarkan bahwa sesuatu yang tampak berbeda dari norma bisa memiliki makna yang lebih tinggi, seperti kesucian, keberesan, dan kemampuan untuk menghadapi energi negatif.
Keunikan ini menjadikan Pura Manik Galih bukan sekadar tempat persembahyangan, tetapi juga simbol kekuatan spiritual yang melampaui batas-batas logika. ***
Editor : I Putu Suyatra