Hal ini bertujuan untuk menjaga kesucian penari saat mementaskan tarian bebali ini.
Salah seorang penari Menjangan Salukat, Anggie Noviari Dewi mengaku senang bisa menjadi penari Menjangan Salukat.
Ia dipilih sebagai penari yakni pada saat pada upacara Bhakti penerus pada Jumat (8/2) malam dengan proses yang sangat sakral.
Menurutnya, ada sejumlah pantangan yang wajib dilakukan jika memang ingin menarikan Menjangan Salukat.
Yakni tidak memakan suku pat atau daging hewan berkaki empat dan wajib melakukan semedi sebelum proses pementasan.
“Kebetulan kan memang tidak makan daging hewan kaki empat. Seperti sapi, babi. Penari tidak boleh cuntaka juga seperti datang bulan. Nah termasuk pantang melakukan hubungan layaknya suami istri,” sebutnya.
Selain itu, ia pun berbagi pengalaman menjadi seorang penari menjangan Salukat.
Saat terpilih menjadi penari, suasana emosional begitu terasa ketika gelungan digunakan. Badannya sulit dikendalikan.
Begitu juga dengan Gerakan tubuhnya yang di luar kendalinya.
Namun, ia bisa merasakan kebahagiaan yang luar biasa, kemudian diiringi tangisan sebagai perasaan haru karena bisa ngayah.
sebab bisa mendapat pengalaman yang luar biasa sebagai penari sakral.
“Saat menarikan itu sudah setengah sadar. Makanya tidak terkontrol gerakannya. Vibrasinya begitu terasa. Bersyukur bisa ngayah menarikan tarian sakral ini,” singkatnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika