Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ini Rangkaian Upacara dan Hari Suci di Bali Sepanjang Februari 2025

I Putu Mardika • Rabu, 12 Februari 2025 | 03:50 WIB

Persembahyangan di Pura Silayukti, Karangasem
Persembahyangan di Pura Silayukti, Karangasem
BALIEXPRESS.ID-Bulan Februari 2025 menjadi bulan yang penuh dengan perayaan keagamaan baik yang datang karena perhitungan wuku maupun panca wara dengan  saptawara.

Sejumlah hari suci dan upacara adat akan dilaksanakan oleh umat Hindu sebagai wujud penghormatan dan puji syukur kepada para dewa dan leluhur. Berikut adalah rangkaian hari suci yang akan berlangsung sepanjang bulan ini.

Pada 2 Februari 2025, umat Hindu memperingati Kajeng Keliwon Pamelastali atau Watugunung Runtuh.

Hari ini memiliki makna khusus dalam kalender Bali sebagai hari yang baik untuk pembersihan diri secara spiritual dan melaksanakan upacara untuk keselamatan.

Kemudian, pada 4 Februari 2025, jatuh hari Paid-Paidan yang umumnya digunakan untuk refleksi diri dan melaksanakan ritual kebersihan secara spiritual, baik di lingkungan rumah maupun tempat suci.

Sehari setelahnya, pada 5 Februari, umat Hindu merayakan Hari Urip sebagai hari yang memiliki nilai keseimbangan dan kehidupan.

Pada 6 Februari 2025, dirayakan Hari Patetegan, yang menandai persiapan menjelang perayaan besar Saraswati.

Selanjutnya, 7 Februari diperingati sebagai Hari Pangredanaan, di mana umat Hindu mulai melakukan persiapan untuk menyambut Hari Raya Saraswati keesokan harinya.

Hari Raya Saraswati yang jatuh pada 8 Februari 2025 menjadi puncak dari rangkaian upacara ini. Pada hari ini, umat Hindu merayakan turunnya ilmu pengetahuan dengan melaksanakan puja terhadap pustaka suci, rontal, dan kitab-kitab sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Hyang Aji Saraswati.

Sejumlah sekolah dan tempat pendidikan menggelar persembahyangan khusus untuk memohon berkah ilmu pengetahuan.

Rangkaian perayaan berlanjut pada 9 Februari dengan Banyu Pinaruh, di mana umat Hindu melakukan penyucian diri dengan mandi menggunakan air kumkuman sebagai simbol pembersihan lahir dan batin serta memohon anugerah kebijaksanaan dari Sang Hyang Saraswati.

Pada 10 Februari 2025, umat Hindu memperingati Soma Ribek, yang berfokus pada penghormatan terhadap hasil pertanian, terutama padi dan beras.

Pada hari ini, tidak dianjurkan untuk menumbuk padi atau menjual beras sebagai bentuk penghormatan terhadap Dewi Sri.

Selanjutnya, 11 Februari diperingati sebagai Sabuh Mas, yang menjadi hari khusus untuk memohon restu atas keberkahan harta benda dan barang berharga.

Pada hari ini, umat Hindu melakukan pemujaan kepada Hyang Mahadewa agar selalu diberkahi dalam kehidupan materi.

Puncak perayaan bulan ini terjadi pada 12 Februari dengan Pagerwesi, yang melambangkan pemujaan kepada Hyang Pramesti Guru demi keselamatan dan keseimbangan alam semesta.

Bertepatan dengan Purnama, hari ini menjadi momen yang tepat untuk melakukan persembahyangan  di berbagai pura di Bali.

Selain perayaan-perayaan utama ini, umat Hindu juga akan memperingati Kajeng Keliwon Uwudan pada 17 Februari, Tumpek Landep pada 22 Februari sebagai penghormatan terhadap alat-alat tajam dan senjata, serta hari-hari suci lainnya hingga penghujung bulan.

Keseluruhan rangkaian upacara ini menunjukkan kekayaan budaya dan spiritualitas umat Hindu di Bali yang tetap lestari hingga kini.

Editor : I Putu Mardika
#bali #PANCAWARA #hindu #februari #Sapta Wara #2025