Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

ST Satya Dharma Pertiwi Sapat, Tegallalang, Nuasen Ogoh-Ogoh

Putu Agus Adegrantika • Selasa, 18 Februari 2025 | 14:38 WIB
KETUA : Ketua ST Satya Dharma Pertiwi, Banjar Sapat, Tegallalang, Ngakan Putu Putra Adityapratama.
KETUA : Ketua ST Satya Dharma Pertiwi, Banjar Sapat, Tegallalang, Ngakan Putu Putra Adityapratama.

BALIEXPRESS.ID - Sekaa Teruna Satya Dharma Pertiwi, Banjar Sapat,  Desa/Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar memulai membuat ogoh-ogoh.

Prosesi mulai pembuatan ogoh-ogoh tersebut disebut dengan nuasen yang dimulai pada Soma Kliwon Landep, Senin (17/2).

Ketua ST Satya Dharma Pertiwi, Banjar Sapat, Tegallalang, Ngakan Putu Putra Adityapratama, menjelaskan dalam konteks agama Hindu, Upacara Nuesan atau lebih dikenal sebagai Upacara Nusas.

Upacara yang biasanya terkait dengan tradisi adat dan agama di Bali atau daerah lain yang menganut ajaran Hindu.

Upacara ini sering kali dilakukan untuk tujuan spiritual tertentu khususnya memulai suatu pekerjaan, tujuannya memohon keselamatan, keberkahan.

“Upacara ini melibatkan berbagai rangkaian ritual, salah satunya sembahyang bersama di anggota STT,” paparnya.

Upacara Nuasen atau matur piuning adalah upacara untuk memulai suatu kegiatan atau usaha dengan memohon restu kepada Tuhan agar apa yang dijalani mendapatkan kelancaran.

Upacara ini sering dilakukan ketika seseorang memulai sebuah pekerjaan.

Diungkapkan juga tujuan utama dari semua upacara tersebut adalah memohon restu kepada Tuhan, maupun dewa-dewi.

“Selain itu juga bertujuan untuk segala usaha atau kegiatan yang dimulai dapat berjalan dengan baik, lancar, dan tanpa hambatan dalam proses pembuatan ogoh-ogoh untuk perayaan hari Pengerupukan mendatang,” tegas Ngakan. (nan/ade)

Editor : Putu Agus Adegrantika