Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Meriahkan HUT ke-237 Denpasar, PHDI Gelar Lomba Puja Trisandhya-Kramaning Sembah: Upaya Kuatkan Sradha Bhakti Generasi Muda

I Putu Suyatra • Jumat, 21 Februari 2025 | 01:01 WIB

Lomba Melantunkan Puja Trisandhya dan Kramaning Sembah yang diinisiasi oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar.
Lomba Melantunkan Puja Trisandhya dan Kramaning Sembah yang diinisiasi oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar.

BALIEXPRESS.ID - Denpasar semakin semarak dalam perayaan HUT ke-237, dengan gelaran Lomba Melantunkan Puja Trisandhya dan Kramaning Sembah yang diinisiasi oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar.

Lomba ini tak sekadar ajang unjuk kebolehan, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam memperkuat sradha bhakti dan karakter generasi muda Hindu di tengah tantangan globalisasi dan era digital.

Antusiasme Tinggi, Peserta Melebihi Target

Lomba yang diadakan di Wantilan Jaba Pura Loka Nata Denpasar pada 20-21 Februari 2025 ini mendapat antusiasme luar biasa.

Baca Juga: Tragis! Pria di Karangasem Ditemukan Gantung Diri di Pohon Jambu, Tinggalkan Surat Wasiat dan Foto

Dari target awal 30 grup SD, jumlah pendaftar melonjak hingga 60 grup, sehingga akhirnya diseleksi menjadi 43 grup SD dan 30 grup SMP.

Setiap grup terdiri dari 5 peserta laki-laki dan perempuan yang berkompetisi memperebutkan Piala Bergilir Wali Kota Denpasar.

Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, S.Pd., M.Pd, menegaskan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wadah edukasi dalam memahami tata cara melantunkan puja mantra dengan baik dan benar.

Baca Juga: Resmi! Jadwal Libur Sekolah Ramadhan & Lebaran 2025 Ditetapkan, Cek Tanggalnya!

"Pelafalan yang tepat akan menjadi latihan prana-yoga, yang membantu mengoptimalkan pengaturan napas. Jika sruti-nya benar, ini akan berdampak baik pada kesehatan, kebugaran jasmani, serta memberi manfaat spiritual dan mental," jelasnya.

Menjadikan Puja Trisandhya sebagai Kebiasaan Sehari-hari

Made Arka berharap melalui lomba ini, remaja Hindu tidak hanya menghafal mantra, tetapi juga menghayati dan membiasakan diri melaksanakan Puja Trisandhya dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari para guru dan sekolah yang aktif membina siswa untuk mengikuti lomba ini.

Wali Kota Denpasar, melalui Kepala Dinas Kebudayaan Drs. Raka Purwantara, M.A.P, juga memberikan apresiasi terhadap lomba ini, mengingat tantangan era digital dapat mengikis nilai-nilai budaya dan agama jika tidak diimbangi dengan penguatan karakter generasi muda.

Baca Juga: Bupati dan Wakil Bupati Klungkung Resmi Dilantik Presiden RI

"Anak-anak yang memiliki fondasi ajaran agama yang kuat akan tumbuh dengan karakter yang baik dan tangguh. Kegiatan seperti ini diharapkan bisa menjadi agenda tetap dalam perayaan HUT Kota Denpasar," ujarnya.

Dewan Juri Berpengalaman

Kompetisi ini dinilai oleh juri-juri kredibel dari berbagai unsur, yakni Kementerian Agama, Akademisi UNHI, dan UHN Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Beberapa di antaranya adalah:
✅ Ida Bagus Ketut Rimbawan, S.Ag., M.Si
✅ Prof. Dr. I Made Surada, MA
✅ Dr. Drs. I Gusti Ketut Widana, M.Si

Dengan semangat melestarikan nilai-nilai agama dan budaya, lomba ini diharapkan mampu menjadi ajang regenerasi dalam pelestarian ajaran Hindu di kalangan anak muda, sehingga identitas dan karakter bangsa tetap terjaga di tengah arus globalisasi. *** 

Baca Juga: Buda Parwata Beri Tanaman Cempaka Sebagai Ucapan Selamat Pelantikan Bupati-Wakil Bupati Klungkung

 

Editor : I Putu Suyatra
#lomba #Puja Trisandya #denpasar #phdi