BALIEXPRESS.ID - Dalam agama Hindu mengenal dengan Tapa , Brata dan Upawasa. Sebagai manusia, dapat merencanakan atau Kàma hidup secara matang berupa melakukan Tapa atau pengendalian diri.
Brata yakni upaya berpantang dan patuh diri serta. Upawasa yakni upaya yang tekun berbuat membatasi makan minum dengan cara puasa.
Hal tersebut diungkapkan oleh Guru Agama Hindu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, Mangku Nyoman Alit.
Diungkapkan bahwa Tapa, Brata, dan Upawasa merupakan perencanaan hidup menuju kebajikan. Perilaku kebajikan tersebut berpahala sangat mulia bagi pelakunya.
“Pada pustaka suci Ślokāntara Śloka 15 yang dikutip sebagai berikut, na yajnadanam na tapo gnihotram, na brahmacarya na ca satyawakyam, na sarwawedadhyayane wrtam ca, praptam phala yattadanaihikasya,” paparnya.
Hal ini berarti bukan karena sedekah yang diberikan dalam upacara korban sekarang ini, bukan tapa brata, bukan karena penyembahan pada Dewa Api (Agni hotra).
Bukan karena sumpah tidak menyentuh perempuan, bukan karena kata-kata yang benar, bukan karena janji untuk mempelajari semua Kitab Suci Weda yang dilakukan sekarang ini.
Tetapi perbuatan yang baik, kebajikan di waktu kehidupan yang lampau itulah yang pahalanya diterima dalam kehidupan sekarang ini.
Makna dari perilaku tapa Brata Upawasa yang merupakan perencanaan hidup kebajikan yang memiliki pahala sangat mulia, beberapa kajian secara manajemen pendidikan.
Yaitu Tapa yakni manusia merencanakan diri untuk mengendalikan diri, menahan diri, menasehati diri dan menggembleng diri menuju rencana hidup bahagia dan kebajikan.
Brata yakni manusia merencanakan hidup secara matang untuk berpantang diri, membatasi diri, menjaga diri, membina diri serta mengusahakan hidup secara kebajikan dan kemuliaan diri.
Sedangkan upawasa yakni manusia membuat rencana diri untuk tekun berpuasa secara disiplin, puasa untuk makan minum yang terencana demi kesehatan, demi kesukse dan belajar yang kebajikan.
Membatasi dan mengatur makan minum untuk tercapai kebajikan.
“Intinya setiap manusia terapkan manajemen pendidikan untuk melakukan rencana hidup menuju kebajikan dengan cara Tapa Brata, dan Upawasa.
Mantapkan manajemen pendidikan diri dengan rencana yang matang berupa kebajikan, sehingga memperoleh pahala sangat mulia berupa kebahagiaan, kesejahteraan dan kemuliaan hidup yang abadi,” pungkas Mangku Alit.*
Editor : Putu Agus Adegrantika