Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah Mistis Pura Beji Pancoran di Tumbak Bayuh: Air Suci, Penampakan, dan Larangan Gaib yang Mengguncang

I Putu Suyatra • Jumat, 14 Maret 2025 | 13:41 WIB

Pura Beji Pancoran di Tumbak Bayuh, Mengwi, Badung.
Pura Beji Pancoran di Tumbak Bayuh, Mengwi, Badung.

BALIEXPRESS.ID - Di Desa Tumbak Bayuh, Mengwi, Kabupaten Badung, berdiri tempat suci Hindu Bali, Pura Beji Pancoran yang menyimpan aura magis tak terbantahkan.

Gemericik air yang jatuh dari tebing rendah menjadi latar suara yang menenangkan, tetapi di balik keteduhannya, tersimpan kisah-kisah mistis yang membuat bulu kuduk merinding.

Penampakan Wanita Berbaju Putih di Air Terjun

Tempat suci Hindu Bali ini menjadi tempat pasucian yang sangat disakralkan warga setempat. Menurut Jro Mangku I Ketut Siana, penjaga pura, beberapa pengunjung pernah melihat sosok wanita berbaju putih berdiri di atas air terjun.

“Auranya memang kuat, dan ada yang sempat melihat penampakan itu,” ujarnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group).

Kutukan bagi yang Melanggar Pantangan

Kesakralan pura ini telah dijaga sejak era Raja Udayana, namun ada saja kejadian aneh saat pantangan dilanggar.

Jro Mangku bercerita, jika ada yang mandi saat cuntaka (keadaan tidak suci), terutama saat haid, dampaknya bisa fatal.

“Pernah ada wanita haid mandi di pancuran, kepala saya langsung sakit parah. Itu pertanda pancuran jadi kotor secara niskala,” ungkapnya.

Jika ini terjadi, Jro Mangku harus segera menggelar ritual banten prayascita mabyakala untuk membersihkan energi negatif di pura.

Kini, papan peringatan telah dipasang agar pengunjung lebih berhati-hati.

Batu Gaib yang Muncul Saat Banjir

Bendesa Adat Desa Tumbak Bayuh, Ida Bagus Gede Widnyana, mengungkapkan fenomena tak masuk akal lainnya.

Saat banjir besar melanda Sungai Yeh Pangi, ada batu di area Beji yang tetap terlihat meski air meluap tinggi.

“Itu seperti dijaga kekuatan gaib. Air naik, tapi batu tetap muncul di permukaan,” katanya heran.

Pancuran Sakral dan Ritual Malukat

Pura ini memiliki empat pancuran dengan fungsi berbeda: untuk pria, wanita, air minum, dan melukat (penyucian diri).

Warga percaya air minum dari pancuran ini memiliki energi suci dan kerap mapunia sukarela sebagai tanda syukur.

Saat melukat, warga tidak langsung mandi di pancuran, melainkan menggunakan kendi tanah (jinpere) untuk menyiramkan air ke tubuh mereka.

“Biasanya sarana yang dibawa saat melukat adalah pajati dengan bungkak nyuh gading,” jelas Jro Mangku.

Pelestarian Kesucian dan Kearifan Lokal

Pura Beji Pancoran diempon oleh warga Banjar Dangin Sema dan Pempetan, dengan palinggih yang dihormati, seperti Ratu Gedong Gede, Kemulan, Taksu, hingga Ratu Nyoman Sakti.

“Ida yang malinggih di pura ini adalah Ida Gede Batur Pancoran dan Sang Hyang Ulun Danu Batur,” tutup Jro Mangku.

Kisah-kisah mistis dan keajaiban di Pura Beji Pancoran menjadi bukti bahwa tradisi dan kekuatan niskala masih hidup di tengah masyarakat Bali.

Mengunjungi tempat ini bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan perjalanan spiritual yang sarat makna dan pengingat akan harmoni dengan alam semesta.***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#Kabupaten Badung #hindu bali #mistis #Pura Beji Pancoran