Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Misteri Beji Cempaka: Air Suci yang Tiba-Tiba Berhenti Mengalir Jika Dilanggar Aturannya

I Putu Suyatra • Rabu, 19 Maret 2025 | 15:14 WIB

Misteri Beji Cempaka: Tradisi Mandi Telanjang yang Masih Lestari di Karangasem, Jika Dilanggar Hal yang Sulit Dipercaya akan Terjadi
Misteri Beji Cempaka: Tradisi Mandi Telanjang yang Masih Lestari di Karangasem, Jika Dilanggar Hal yang Sulit Dipercaya akan Terjadi

BALIEXPRESS.ID - Di tengah modernisasi yang serba tertutup dan privat, terdapat sebuah beji suci di Banjar Dinas Sangkungan, Desa Tangkup, Sidemen, Kabupaten Karangasem, Bali, yang memiliki aturan tak biasa. Beji Cempaka, demikian namanya, mengharuskan siapa pun yang ingin mandi atau melukat di sana untuk tidak mengenakan sehelai benang pun.

Aturan turun-temurun ini bukan tanpa alasan, sebab konon, jika dilanggar, airnya akan berhenti mengalir begitu saja!

Fenomena yang Tak Bisa Dijelaskan Ilmiah

Untuk menelusuri lebih dalam misteri ini, Bali Express menemui salah satu tokoh desa, I Nyoman Semadi.

Baca Juga: Misteri di Balik Tewasnya 3 Polisi oleh 2 Anggota TNI di Arena Sabung Ayam: Benarkah Kopka Basar Pamer Senjata Sebelum Penembakan?

Ia membenarkan bahwa aturan di Beji Cempaka bukanlah sekadar mitos, melainkan tradisi yang sudah ada sejak dulu.

“Semenjak saya kecil, beji ini sudah ada dan selalu digunakan masyarakat untuk mandi, minum, serta keperluan upacara adat. Namun, memang ada satu aturan yang harus dipatuhi: tidak boleh mandi menggunakan pakaian, bahkan hanya pakaian dalam sekalipun,” ungkapnya.

Yang menarik, fenomena ini belum pernah diteliti secara ilmiah. Namun, menurut kesaksian warga, air yang keluar dari tebing bisa tiba-tiba berhenti mengalir jika ada yang melanggar aturan.

Air Suci yang "Ngambek"

Semadi menjelaskan bahwa air di Beji Cempaka tidak serta-merta berhenti mengalir saat aturan dilanggar.

Baca Juga: HEBOH! Ladang Ganja di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Ada 56 Titik

“Biasanya, kalau ada yang mandi pakai baju di sore hari, keesokan paginya airnya sudah berhenti mengalir,” katanya.

Hal ini semakin menimbulkan tanda tanya, karena air beji ini tetap mengalir meskipun musim kemarau panjang melanda.

Namun, ketika aturan mandi tanpa pakaian dilanggar, air bisa "macet" selama dua hingga tiga minggu sebelum akhirnya mengalir kembali tanpa perlu ritual khusus.

Faktor Gaib yang Membuat Air Terhenti

Selain pelanggaran aturan berpakaian, ada satu hal lain yang bisa membuat aliran air terhenti, yaitu jika seseorang yang dalam kondisi cuntaka (kotor secara niskala) mandi di beji tersebut.

“Kalau orang yang sedang cuntaka besar, misalnya ada keluarga yang meninggal, airnya bisa macet lebih lama. Bahkan untuk mengembalikannya, harus menunggu hujan besar hingga air sungai meluap ke beji,” jelas Semadi, yang pernah menjabat sebagai kelihan dinas selama 28 tahun.

Baca Juga: Teriakan ‘Woy’ Berujung Petaka, Pria 28 Tahun Jadi Korban Pengeroyokan

Asal-Usul Kesakralan Beji Cempaka

Menurut cerita leluhur yang masih diingat oleh Semadi, Beji Cempaka diyakini memiliki hubungan erat dengan Pura Dalem yang berlokasi di dekatnya.

Karena itulah, air yang mengalir di sana dianggap suci.

Meski mengharuskan siapa pun yang mandi untuk bertelanjang bulat, tak ada warga yang berani bertindak tidak senonoh di lokasi tersebut.

“Kami percaya tempat ini suci. Bahkan meski hanya dalam pikiran, kita tidak boleh berbuat hal negatif,” tegasnya.

Namun, aturan ini hanya berlaku bagi mereka yang mandi atau melakukan ritual melukat.

“Kalau hanya mengambil air atau sekadar mencuci muka, masih diperbolehkan memakai pakaian,” tandasnya.

Baca Juga: Usai Ramadan, Program MBG di Denpasar Akan Kembali Sediakan Nasi

Tradisi yang Masih Bertahan di Era Modern

Hingga kini, Beji Cempaka tetap menjadi tempat suci bagi masyarakat setempat.

Aturan adat yang diwariskan turun-temurun ini masih dipatuhi dengan penuh keyakinan, menjadikannya salah satu fenomena unik di Bali yang tetap bertahan di tengah arus modernisasi.

Misteri Beji Cempaka masih menyisakan tanda tanya besar: apakah ini hanya sekadar kepercayaan turun-temurun, atau memang ada kekuatan gaib yang menjaganya? Yang jelas, hingga kini, tak ada yang berani melanggar aturan tersebut! *** 

Baca Juga: Bukan Nasi, Menu Snack di Program MBG Denpasar Bikin Heboh, Begini Klarifikasi Disdikpora

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#melukat #bali #Beji Cempaka #Kabupaten Karangasem