Misteri Tempat Suci Hindu Bali, Pancoran Utama Sari: Sumber Air Sakral yang Dijaga Wong Peri dan Menjadi Tempat Ritual Rahasia
I Putu Suyatra• Rabu, 19 Maret 2025 | 19:18 WIB
Di balik ketenangan Desa Adat Gulingan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, tersimpan sebuah tempat suci Hindu Bali yang memiliki daya tarik spiritual luar biasa.
BALIEXPRESS.ID - Di balik ketenangan Desa Adat Gulingan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, tersimpan sebuah tempat suci Hindu Bali yang memiliki daya tarik spiritual luar biasa.
Pura Beji Utama Sari, atau yang lebih dikenal sebagai Pancoran Gerobogan dan Pancoran Taman Sari, bukan sekadar sumber mata air biasa.
Tempat ini telah lama menjadi tujuan melukat bagi masyarakat yang ingin mensucikan diri, memohon kesembuhan, hingga mendapatkan berkah untuk tujuan-tujuan khusus yang jarang diketahui orang.
Menurut Pemangku Beji Utama Sari, Mangku Made Sarya, banyak orang datang ke pancoran ini bukan hanya untuk melukat secara umum, tetapi juga atas petunjuk orang pintar.
Bahkan, ada yang datang dengan tujuan menjadi Balian, yaitu tabib tradisional Bali yang memiliki keahlian khusus dalam pengobatan spiritual.
"Tidak sedikit yang mendapat petunjuk khusus untuk melukat di sini, termasuk mereka yang ingin menjadi Balian," ungkapnya.
Air Suci yang Tak Pernah Kering dan Manfaatnya yang Luar Biasa
Selain sebagai tempat melukat, air dari Pancoran Utama Sari ini juga dipercaya memiliki khasiat khusus, terutama untuk menyembuhkan penyakit mata yang disebabkan oleh virus.
Tak hanya itu, airnya juga menjadi sumber utama irigasi bagi Subak Batan Badung di Munduk Bukit Tuh.
Menariknya, meskipun air ini digunakan sebagai sumber minum masyarakat dan pengairan sawah, kualitas serta debitnya tak pernah berkurang, bahkan di musim kemarau panjang!
“Sejak dulu, air di Pancoran Utama Sari ini tetap sama. Tidak pernah surut, tidak pernah berubah kualitasnya,” ujar Mangku Sarya.
Dijaga Wong Peri, Pohon Beringin Raksasa Jadi “Markas” Gaib
Di sekitar pancoran ini, berdiri sebuah pohon beringin raksasa yang diperkirakan berusia ratusan tahun.
Namun, pohon ini bukan sekadar pohon biasa. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, pohon ini adalah ‘Markas’ Wong Peri, makhluk gaib yang ditugaskan oleh Ida Pedanda Sakti Ender untuk menjaga kesucian Pancoran Utama Sari.
Keberadaan Wong Peri ini begitu dihormati, hingga masyarakat membangun sebuah pelinggih di bawah pohon beringin tersebut.
Tujuannya, agar ritual mebanten bisa dilakukan tanpa harus menyentuh pohon sakral itu langsung.
Selain menjadi tempat Wong Peri, pohon beringin ini juga memiliki peran penting dalam ritual Atma Wedana, yaitu upacara penyucian roh bagi leluhur.
Dalam prosesi ini, daun beringin dari pohon tersebut digunakan sebagai Puspa Lingga, sarana suci dalam ritual yang diyakini membawa roh ke alam yang lebih tinggi.
Pesona Mistis dan Daya Tarik Spiritual yang Tak Pudar
Keunikan dan kekuatan spiritual Pancoran Utama Sari menjadikannya bukan sekadar sumber air, tetapi juga tempat penuh misteri dan kepercayaan turun-temurun.
Dari ritual melukat, penyembuhan, hingga keterkaitan dengan makhluk gaib penjaga alam, tempat ini terus menjadi daya tarik bagi mereka yang mencari kesucian dan berkah dari alam semesta. ***