Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Menguak Rahasia Lontar Dasar Pangiwa: Ilmu Kebatinan Masyarakat Hindu Bali yang Terkait dengan Pangleakan

I Putu Suyatra • Rabu, 19 Maret 2025 | 19:34 WIB

Lontar Dasar Pangiwa.
Lontar Dasar Pangiwa.

BALIEXPRESS.ID - Bali dikenal memiliki warisan sastra kuno yang sarat dengan ilmu pengetahuan. Salah satu bentuk pustaka tradisional yang menyimpan berbagai wawasan adalah lontar.

Di dalamnya, tersimpan beragam ilmu, mulai dari sistem agraris, astronomi, hingga spiritual dan pengobatan.

Namun, di antara lontar-lontar tersebut, ada satu yang dianggap unik sekaligus misterius —Lontar Dasar Pangiwa.

Baca Juga: Hujan Deras dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Satu Mobil di Buleleng

Lontar ini tak sekadar berisi ajaran kebatinan biasa, tetapi juga erat kaitannya dengan pangleakan, suatu ilmu yang sering dikaitkan dengan hal-hal gaib dan kekuatan mistis.

Tak heran, istilah pangiwa di Bali kerap berkonotasi negatif.

Menguak Rahasia Kundalini dalam Lontar Dasar Pangiwa

Salah satu kajian akademik tentang lontar ini pernah dilakukan oleh I Wayan Suartika, seorang mahasiswa pascasarjana IHDN Denpasar (kini UHN Sugriwa Denpasar).

Dalam tesisnya yang berjudul “Kundalini dalam Lontar Dasar Pangiwa (Kajian Teologi Hindu)” tahun 2016, ia menyoroti bagaimana masyarakat Bali memiliki corak budaya yang religius-magis.

Menurutnya, kepercayaan terhadap kekuatan gaib atau magic sudah mengakar dalam kehidupan masyarakat Hindu Bali.

Baca Juga: 3 Polisi Tewas Ditembak Dua Anggota TNI Saat Gerebek Arena Judi Sabung Ayam, Menko Polkam Murka

Hal ini juga yang membuat ajaran dalam Lontar Dasar Pangiwa dianggap tabu dan hanya boleh dipelajari oleh mereka yang memiliki pemahaman mendalam tentang spiritualitas.

Ilmu Hitam dan Ilmu Putih: Pertarungan Dua Energi

Seperti di berbagai daerah lain yang mengenal santet, sihir, atau suanggi, di Bali juga dikenal istilah leak, guna-guna, desti, teluh, dan teranjana.

Masyarakat secara tradisional mengelompokkan ilmu-ilmu ini dalam dua kategori besar:

  1. Pangiwa (Aliran Kiri) → Dianggap sebagai ilmu hitam atau negatif
  2. Panengen (Aliran Kanan) → Dipandang sebagai ilmu putih atau positif

Dalam lontar-lontar kuno, perbedaan ilmu hitam dan putih ini digambarkan melalui rarajahan—sebuah ilustrasi mistis yang menampilkan dua sosok sentral: Bhatara Guru dan Bhatara Kala.

Bhatara Guru memegang pustaka Petak (putih) sebagai simbol kebajikan, sementara Bhatara Kala menggenggam pustaka Cemeng (hitam) yang melambangkan kekuatan destruktif.

Panestian: Ilmu Gaib yang Masih Dipercaya hingga Kini

Ilmu sihir atau panestian dalam tradisi Bali terbagi dalam tiga kategori:

Karena dianggap berbahaya, ajaran-ajaran seperti ini biasanya dijauhkan dari generasi muda. Akibatnya, Lontar Dasar Pangiwa perlahan mulai dilupakan.

Pangiwa dan Kundalini: Kekuatan Tersembunyi dalam Tubuh Manusia

Menariknya, dalam penelitian Suartika, ilmu dalam Lontar Dasar Pangiwa ternyata memiliki kesamaan dengan kundalini—sebuah konsep energi spiritual yang banyak dipelajari dalam ajaran Hindu dan yoga.

Baca Juga: Misteri Tempat Suci Hindu Bali, Pancoran Utama Sari: Sumber Air Sakral yang Dijaga Wong Peri dan Menjadi Tempat Ritual Rahasia

Kundalini disebut sebagai energi murni dalam tubuh manusia yang masih netral, belum dipengaruhi oleh niat baik atau buruk.

Namun, setelah dibangkitkan, energi ini bisa diarahkan sesuai tujuan pemiliknya.

"Ketika seseorang belajar ilmu pangiwa, tanpa disadari ia juga sedang belajar tentang kundalini," ungkap Suartika.

Dalam praktiknya, ilmu pangiwa memiliki teknik khusus untuk membangkitkan energi ini, salah satunya melalui aksara suci yang ditanam dalam tubuh.

Proses ini dipercaya dapat menghasilkan energi spiritual yang luar biasa, baik untuk tujuan positif maupun negatif.

Baca Juga: PARAH! Pemuda Ini Belajar Meracik Mercon dari Youtube, Kini Ditetapkan Jadi Tersangka

Warisan Lontar yang Terlupakan?

Kini, ajaran-ajaran seperti yoga dan kundalini justru semakin populer di masyarakat modern. Namun, warisan lokal seperti Lontar Dasar Pangiwa perlahan mulai dilupakan.

Akankah lontar ini hanya menjadi artefak sejarah yang tertimbun zaman? Ataukah suatu saat nanti akan kembali dikaji untuk mengungkap rahasia energi spiritual yang masih tersembunyi di baliknya? *** 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#ilmu hitam #Lontar Dasar Pengiwa #hindu bali #kundalini