BALIEXPRESS.ID - Manusia sebagai makhluk ciptaan Sang Hyang Widhi Wasa yang memiliki sabda, bayu dan idep merupakan makhluk dengan tingkat paling tertinggi dalam kehidupan.
Kemampuan berpikir manusia yang dimiliki manusia dituntut untuk mampu menjaga keseimbangan lingkungan agar kehidupan bisa berkelanjutan dan tercipta kesejahteraan serta kedamaian.
Penyuluh Agama Hindu, Aris Widodo, menerangkan manusia dalam setiap gerak, tindakan, menimbang-nimbang dan akhirnya memilih antara yang baik dan buruk, antara yang benar dan salah.
Manusia dituntut mampu menguasai indra, bila tidak mampu dikendalikan ibarat kusir mengendarai kuda liar yang binal yang tidak dapat dikendalikan sehingga jatuh.
Baca Juga: Purnama Kesanga, Sebagai Introspeksi Diri dan Momen Menjaga Lingkungan Alam
“Kata Sapta Timira berasal dari bahasa Sansekerta dari kata Sapta yang artinya tujuh dan Timira yang berarti gelap, suram (awidya). Sapta Timira berarti tujuh kegelapan adalah tujuh unsur atau sifat yang menyebabkan pikiran manusia jadi gelap,” paparnya.
Ketujuh unsur kegelapan tersebut terdapat pada setiap diri manusia. Sifat widya yang ada pada diri manusia apabila tidak dikendalikan akan menimbulkan berbagai macam tindakan kejam, seperti marah, kejam, dengki, iri hati, suka memfitnah, merampok dan yang lainnya. Adapun yang dimaksud dengan tujuh kegelapan yaitu tujuh hal yang menyebabkan pikiran orang menjadi gelap. Kegelapan pikiran menyebabkan atau menimbulkan tingkah laku yang jelek dan menyimpang dari ajaran agama.
Pertama ada Surupa artinya kecantikan atau ketampanan. Kedua ada Dhana artinya kekayaan. Kekayaan memang sangat berguna bagi siapapun dan setiap orang menginginkan hal itu. Guna, artinya kepandaian. Kepandaian dicari oleh setiap orang, dan semua orang ingin menjadi pandai.
Keempat ada Kulina artinya keturunan. Keturunan memang mempunyai arti yang penting. Orang dipandang terhormat, disegani dan dipercaya. Yowana artinya masa muda. Masa muda atau masa remaja ini penuh dengan kegairahan hidup, masa gemilang penuh dengan kreatif.
Kelima ada Yowana artinya masa muda. Masa muda atau masa remaja ini penuh dengan kegairahan hidup, masa gemilang penuh dengan kreatif. Sura artinya minuman keras. Minuman itu kalau diminum melebihi batas akan membuat orang mabuk . Sedangkan terakhir ada Kasuran artinya keberanian. Setiap orang perlu memiliki keberanian. Tanpa keberanian, orang akan selalu merasa takut. *
Editor : Putu Agus Adegrantika