BALIEXPRESS.ID- Masyarakat Bali tentu tidak asing dengan pelawak legendaris dengan nama pangung Petruk.
Di balik tawa dan lawakan khasnya yang menghibur, siapa sangka Petruk menyimpan kisah hidup yang penuh warna.
Dalam sebuah wawancara di podcast akun Youtube @Pura-Pura Podcast, Petruk yang kini dikenal dengan pekak Petruk mengungkapkan pengalaman uniknya pernah bekerja di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali di Bangli.
“Saya pernah bekerja di RSJ Bangli selama 34 tahun, dari tahun 1971 hingga 2005, di sana, saya belajar banyak tentang kehidupan, tentang manusia dengan segala keunikannya,” ungkap Petruk.
Selama bekerja di RSJ, pelawak dengan nama asli Nyoman Subrata ini tidak hanya bertugas sebagai petugas keamanan, tetapi juga menjadi motivator dan guru seni bagi para pasien.
Pelawak asal Kelurahan Kawan, Bangli ini mengajak para pasien untuk melukis, bermain musik, dan bahkan bertani.
Pengalaman ini memberikan banyak inspirasi bagi lawakan-lawakannya di atas panggung drama gong.
“Di RSJ, saya melihat berbagai macam karakter manusia, ada yang lucu, ada yang sedih, ada yang marah. Semua itu menjadi bahan lawakan saya,” kata Petruk.
Selain kisah uniknya bekerja di RSJ, ia juga berbagi cerita tentang perjalanan kariernya sebagai pelawak.
Ia mengungkapkan bahwa ia tidak pernah merasa puas dengan pencapaiannya dan selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi penonton.
“Saya ingin terus menghibur masyarakat, saya ingin membuat orang tertawa dan melupakan sejenak masalah mereka.” ujarnya.
Di usianya yang sudah menginjak 73 tahun, Petruk masih aktif berkarya.
“Saya ingin memberikan sesuatu kembali kepada dunia seni lawak Bali,” kata Petruk. (*)
Editor : I Made Mertawan