BALIEXPRESS.ID - Di jantung Desa Kekeran, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, berdiri sebuah tempat suci Hindu Bali yang menyimpan kisah mistis yang membuat bulu kuduk merinding.
Pura Pesimpangan Agung, yang terletak di Jalan Prabu Rai, konon memiliki kekuatan sakral yang dapat membuat kendaraan mogok mendadak.
Kisah-kisah aneh yang beredar di sekitar pura ini membuat banyak orang penasaran dan bertanya-tanya.
Baca Juga: Sekolah Rakyat: Solusi Inovatif untuk Pemerataan Pendidikan di Indonesia
Kisah Mistis yang Bikin Merinding
Salah satu kisah yang paling sering diceritakan adalah tentang seorang pedagang yang mobil pick-up-nya tiba-tiba tidak bisa bergerak, meskipun mesinnya hidup.
Kejadian aneh ini berlangsung selama berjam-jam, dari pukul 11 malam hingga 3 pagi.
Setelah ditelusuri, ternyata pedagang tersebut belum melakukan "mapikeling" (sembahyang mohon izin) sebelum berjualan.
Baca Juga: Tegas! Wulan Guritno Bantah Doyan Brondong; Cuma Sekali!
Setelah Jro Mangku I Wayan Sumanten membantu pedagang tersebut untuk sembahyang, mobilnya pun bisa berjalan kembali.
Kisah lain yang tak kalah aneh adalah tentang mobil seorang warga yang menyenggol "tedung" (payung) di depan pura.
Mobil tersebut juga tiba-tiba tidak bisa bergerak, dan baru bisa berjalan setelah Jro Mangku I Wayan Sumanten melakukan sembahyang.
Kejadian-kejadian ini membuat warga sekitar semakin yakin akan kesakralan Pura Pesimpangan Agung.
Kepercayaan dan Tradisi Setempat
Akibat kejadian-kejadian tersebut, warga sekitar selalu menyempatkan diri untuk sembahyang setiap kali melewati Pura Pesimpangan Agung, terutama saat berangkat kerja.
Bahkan, saat mengajak anak bermain, warga selalu ingat untuk sembahyang sebelum meninggalkan jaba pura.
Jika tidak, anak-anak mereka bisa menangis tanpa sebab setibanya di rumah.
Baca Juga: Misteri Kebakaran Apotek BWF di Benoa: Korsleting Listrik Picu Amukan Si Jago Merah?
Pura Pesimpangan Agung, yang piodalannya jatuh pada Buda Kliwon Matal, konon berdiri setelah seseorang kehilangan gelang emas.
Menurut cerita tetua, orang tersebut berjanji akan membuat palinggih jika gelang emasnya ditemukan.
Tak lama setelah janji itu diucapkan, gelang emas tersebut ditemukan di sekitar pura.
Penjaga Gaib dan Keunikan Pura
Pura Pesimpangan Agung diyakini memiliki "rencang" (penjaga gaib) berupa kuda putih yang menarik kereta berwarna hijau.
Selain itu, ada juga ular poleng (belang) yang kulitnya mengkilat, dipercaya sebagai sabuk kesaktian. Ular tersebut sering muncul di pintu masuk pura, tetapi tidak ada yang berani mendekatinya.
Baca Juga: Hari Kedua di Pengungsian, Warga Kasepekang di Nusa Penida Alami Gangguan Kesehatan
Area utamaning mandala pura dibagi menjadi dua. Sebelah utara terdapat Pura Taman untuk pasucian, dengan Palinggih Dalem Lepitan, Pelik Sari, dan Padmasana.
Sebelah selatan terdapat palinggih utama, yaitu Padma Luhur Agung, Palinggih Pesimpangan Rambut Siwi, Sambyangan Ida Gede Undakan, Gedong Ratu Mas Ayu, Pesimpangan Dalem Nusa, dan Taksu Pura.
Antara Mitos dan Fakta
Terlepas dari percaya atau tidak, kisah-kisah di sekitar Pura Pesimpangan Agung adalah bagian dari warisan budaya yang menarik untuk disimak.
Mari kita hargai kepercayaan masyarakat setempat dan menjaga kesucian tempat suci ini. ***
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Pemudik Bisa Akses Cek Kesehatan Gratis di Perjalanan Lebaran 2025
Editor : I Putu Suyatra