Mengenal Tempat Suci Hindu Bali, Pura Segara Taman Ponjok Batu: Bukan Sekadar Tempat Melukat, Penampakan Gaib hingga Jukung di Atas Batu Karang!
I Putu Suyatra• Rabu, 30 April 2025 | 03:43 WIB
Pura Segara Taman Beji Ponjok Batu
BALIEXPRESS.ID – Berdampingan mesra dengan Pura Ponjok Batu yang tersohor, tersembunyi sebuah tempat suci Hindu Bali unik bernama Pura Segara Taman Beji Ponjok Batu di Desa Adat Bangkah, Tejakula, Kabupaten Buleleng.
Lebih dari sekadar tempat memohon air suci, pura ini menyimpan segudang misteri dan pengalaman spiritual yang membuat bulu kuduk merinding sekaligus memantik rasa penasaran.
Bayangkan saja, selain dipercaya memiliki fungsi multiguna mulai dari memohon tirta (air suci) untuk berbagai upacara hingga melukat (pembersihan diri) dan memohon kesembuhan (nunas tamba), pura ini juga dihuni oleh penjaga gaib!
Sebuah pelinggih batu kecil yang berdiri tegak diyakini sebagai "satpam niskala" yang sigap menetralisir energi negatif para pemedek (pengunjung).
Namun, keunikan pura ini tak berhenti di situ. Di antara pelinggih Ratu Ayu yang menjadi pusat pemujaan dan pelinggih payogan Bhatara Istri, terselip sebuah pemandangan tak lazim: batu karang besar di tengah laut yang di atasnya "bertengger" sebuah jukung (perahu)!
Benda misterius yang ditambahkan saat pemugaran tahun 1993-1994 ini hingga kini belum terungkap nama maupun kisahnya, menambah aura magis pura ini.
Sebelum mencapai pelinggih utama, para pemedek terlebih dahulu bersembahyang di pelinggih Ulam Agung, patung ikan raksasa yang dipercaya sebagai penguasa laut, Ida Bhatara Baruna.
Kemudian, mereka menghaturkan canang di pelinggih batu kecil sang penjaga gaib.
Puncak pengalaman mistis seringkali terjadi di pelinggih Ratu Ayu.
Jero Mangku Nyoman Parsa, pangempon pura, mengungkapkan fenomena aneh yang kerap dialami pemedek setelah bersembahyang.
"Kejadian aneh banyak sekali terjadi. Terkadang setelah selesai nunas tirta (memohon air suci), pemedek langsung jatuh atau merasakan kepanasan padahal airnya dingin. Ada juga yang melihat sosok wanita cantik, ular besar, hingga kepiting raksasa!" ungkapnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group).
Setelah bersembahyang, para pemedek akan menuju mata air di utara pelinggih utama untuk memohon tirta sesuai tujuan mereka.
Jika untuk upacara, mereka akan mendatangi petirtaan dengan mata air di sebelah batu menyerupai lesung.
Namun, jika tujuan mereka adalah melukat, lima mata air yang disebut Panca Tirta siap menyucikan diri.
Kelima mata air tersebut berasal dari sumber-sumber sakral: Sudamala, Ulun Danu Batur, Gunung Agung, Gunung Rinjani, dan air laut.
Lantas, bagaimana dengan jukung misterius di atas batu karang? Jero Parsa mengakui belum mengetahui pasti nama dan cerita di baliknya.
Namun, kepercayaan masyarakat setempat menghubungkannya dengan kedatangan seorang tokoh suci dari Jawa yang kapalnya karam di batu tersebut saat hendak menuju Lombok.
Sebagai penghormatan, dibuatlah miniatur jukung di atas batu karang, dan tempat tersebut kemudian menjadi Pura Ponjok Batu.
Pengalaman spiritual Jero Parsa sendiri menambah tebal misteri pura ini. Ia mengaku pernah bermimpi melihat jukung tersebut berjalan dengan sosok Siwa membawa Trisula.
Bahkan, pada malam Siwalatri, ia pernah "dipanggil" secara gaib oleh penghuni pura dan mendapati seorang pemedek telah menunggunya di sana.
Kisah-kisah ganjil dan keunikan Pura Segara Taman Beji Ponjok Batu ini tentu mengundang tanya.
Apa sebenarnya makna jukung di atas batu karang? Siapakah sosok-sosok gaib yang menampakkan diri?
Dan mengapa air suci di pura ini bisa menimbulkan sensasi panas dingin yang tak terduga? Kunjungi dan rasakan sendiri aura mistis Pura Segara Taman Beji Ponjok Batu, sebuah permata spiritual yang menyimpan sejuta misteri di pesisir Buleleng! ***