Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah Legenda Kutukan Dewi Danu di Balik Pengemis dari Munti Gunung, Bali: Jejak Tirta Suci Padpad Jadi Saksi Bisu!

I Putu Suyatra • Kamis, 1 Mei 2025 | 13:28 WIB

Tirta Suci Padpad atau Air Penyejuk Jiwa di Munti Gunung, Kabupaten Karangasem, Bali.
Tirta Suci Padpad atau Air Penyejuk Jiwa di Munti Gunung, Kabupaten Karangasem, Bali.

BALIEXPRESS.ID – Sebuah fenomena sosial yang cukup mencolok terjadi di kawasan Kabupaten Karangasem, Bali, khususnya di sekitar Banjar Munti Gunung, Desa Tianyar Barat, Kubu.

Jumlah pengemis yang berasal dari wilayah ini terbilang banyak, menimbulkan pertanyaan dan keprihatinan.

Namun, siapa sangka, di balik fenomena ini tersimpan sebuah kisah legenda yang dipercaya memiliki kaitan erat dengan kutukan dari Ida Ratu Ayu Mas Mambah atau yang juga dikenal sebagai Dewi Danu.

Salah satu jejak bisu dari sejarah kutukan tersebut adalah keberadaan Tirta Suci Padpad, sebuah sumber mata air suci yang terletak di Banjar Munti Gunung.

Baca Juga: Laga Hidup Mati di Markas Bali United: Mampukah PSIS Semarang Bangkit dari Keterpurukan Tanpa Nakhoda?

Untuk mencapai tempat yang diyakini sebagai stana (tempat bersemayam) Sang Dewi ini, para pemedek (umat Hindu Bali yang bersembahyang) harus menempuh perjalanan kaki sekitar 300 meter.

Kisah Pilu Sang Dewi dan Murkanya Kutukan

Tokoh Desa Tianyar Barat, Agung Pasrisak Juliawan, mengungkapkan bahwa Tirta Suci Padpad memiliki korelasi yang kuat dengan perjalanan spiritual Ida Ratu Ayu Mas Mambah di Munti Gunung.

Dikisahkan, Sang Dewi pernah menjelma sebagai seorang pria tua renta yang penuh luka dan penyakit kulit, menjajakan air dari desa ke desa.

Namun, ketika tiba di Munti Gunung, penduduk setempat justru jijik dan mengusir pria tua tersebut dengan kata-kata kasar, tanpa menyadari bahwa sosok itu adalah Sang Dewi yang sedang menguji mereka.

Baca Juga: Motor Sering Dipinjam, Fauzi Tak Sangka Tetangganya Punya Niat Jahat

"Sejarah tempat ini erat kaitannya dengan perjalanan Ida Ratu Ayu Mas Membah dari Batur yang berkeliling menjual air. Nah, pada saat sampai Munti Gunung, Ida Betari yang menyamar dalam wujud orang tua penuh luka bau juga kotor menawarkan air kepada warga. Namun, karena warga jijik melihat, maka diusirlah dengan kata-kata yang kasar," jelas Agung Pasrisak kepada Bali Express (Jawa Pos Group).

Merasa terhina dengan perlakuan warga, Ida Ratu Ayu Mas Mambah murka dan melontarkan kutukan.

Beliau berucap agar kelak masyarakat Munti Gunung kesulitan air dan mengalami hinaan seperti pengemis dari warga di sekitarnya.

Setelah mengucapkan kutukan, dipercaya Sang Dewi berjalan hingga perbatasan bukit antara Munti Gunung dan Desa Songan.

Di sana, Beliau membasuh tangan, dan air bekas basuhan tersebut merembes di tebing, kemudian dikenal sebagai Tirta Suci Padpad atau Air Penyejuk Jiwa.

"Begitu warga mengatai Ida Betari sehingga Ida Betari marah dan mengutuk warga Munti Gunung agar kesulitan air serta dicemooh oleh warga sekitar bagaikan pengemis, maka sampailah Ida di bukit perbatasan. Beliau berhenti dan membasuh tangannya sehingga air basuhan itu sampai saat ini merembes di tebing dinamai Air Penyejuk Jiwa," terangnya.

Lebih dari Sekadar Sumber Air: Fungsi Magis Tirta Suci Padpad

Jero Mangku Wayan Kantun, salah seorang pemangku (pemimpin upacara keagamaan) di Munti Gunung, menjelaskan bahwa Tirta Suci Padpad memiliki beragam fungsi penting bagi masyarakat.

Baca Juga: Dendam Terpendam Picu Penganiayaan Berdarah di Kintamani, Korban Luka Serius

Selain menjadi sumber mata air bagi warga sekitar, tempat ini juga digunakan untuk memohon tirta (air suci) saat odalan (upacara piodalan) di berbagai pura di Munti Gunung.

Tak hanya itu, banyak pemedek yang datang ke Tirta Suci Padpad untuk memohon kesembuhan dan melakukan melukat (upacara pembersihan diri).

"Fungsi tempat Tirta Suci Padpad atau Tirta Penyejuk Jiwa seperti memohon tirta pas odalan di pura desa, melukat, memohon kesembuhan (nunas tamba), dan sumber mata air warga di sini," jelasnya.

Lebih lanjut, Jero Mangku Wayan Kantun mengungkapkan kepercayaan masyarakat setempat bahwa Tirta Suci Padpad tidak hanya menjadi stana Ida Ratu Ayu Mas Mambah, tetapi juga dijaga oleh makhluk besar menyerupai manusia dengan bibir lebar di sekitar tebing tempat melukat.

Selain itu, di jalan masuk menuju area Tirta Suci Padpad, diyakini ada seekor ular gaib yang bertugas sebagai penjaga.

Baca Juga: 375 Anak Belum Lancar Membaca, Buleleng Libatkan Kampus dan Desa Tangani Siswa Tertinggal

"Dulu kakek saya pernah melihat makhluk seperti manusia tapi bibirnya lebih lebar tidak normal lalu dipanggil oleh kakek karena dikira temannya setelah itu hilang. Kemudian di tangga baru masuk areal ini sering dilihat ular namun setelah itu hilang juga," urainya.

Kisah Nyata Kesembuhan dan Upaya Menetralisir Kutukan

Keajaiban Tirta Suci Padpad juga dibuktikan melalui kisah nyata seorang pemedek dari Gianyar yang mengalami gangguan kejiwaan.

Setelah berbagai upaya pengobatan tidak membuahkan hasil, ia mendapatkan petunjuk dari seorang pemangku di Bangli untuk memohon tirta melukat di Tirta Suci Padpad.

Sesampainya di lokasi, pemedek tersebut mengalami fenomena layaknya orang kesurupan sesaat setelah meminum dan menggunakan tirta. Namun, setelah kejadian itu, ia tiba-tiba sadar dan sembuh seketika.

"Semeton saking Gianyar datang ke sini keluhan penyakitnya kurang waras sudah cari 12 orang pintar, di tempat ini melukat langsung kerangsukan, ngereh. Sadar langsung sembuh. Katanya mendapat petunjuk dari seorang pemangku di Bangli minta tirta Padpad di Munti Gunung," tutupnya.

Sebagai upaya untuk menetralisir kutukan yang dipercaya melanda masyarakat Munti Gunung, sebuah tempat pemujaan megah lengkap dengan patung Ida Ratu Ayu Mas Mambah setinggi 10 meter dibangun di kawasan yang berdekatan dengan Tirta Suci Padpad.

Baca Juga: HATI-HATI PINJAMKAN MOTOR! Raib Digondol Tetangga Baik Hati! Kunci Duplikat Jadi Bukti Pengkhianatan

Tempat pemujaan yang diberi nama Pasraman Jiwan Mukti ini diharapkan menjadi tempat bagi warga untuk bersembahyang dan mempersiapkan diri sebelum nunas tirta (memohon air suci) di tebing Padpad.

"Nantinya bagi warga yang mau nunas tirta ke tebing Padpad maka sembahyang dan mempersiapkan diri di Pasraman Jiwan Mukti karena butuh berjalan kaki turun tebing sekitar 300 meter menuju tirta," pungkas Agung Parisak. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#melukat #bali #Tirta Suci Padpad #nunas tamba #munti gunung #dewi danu #kisah legenda #pengemis #Kabupaten Karangasem #kutukan