Kisah Pilu di Balik Tradisi Unik Ngerebeg: Ritual Hindu Bali Menyambut Dewa, Melawan Roh Jahat di Pedawa!
I Putu Suyatra• Selasa, 13 Mei 2025 | 14:01 WIB
Ngerebeg, tradisi Hindu Bali yang unik di Desa Pedawa, Kabupaten Buleleng.
BALIEXPRESS.ID - Di tengah gemerlap pariwisata Bali yang mendunia, tersembunyi sebuah desa yang teguh menjaga tradisi Hindu Bali yang unik: Desa Pedawa.
Berlokasi di Kabupaten Buleleng, desa Bali Aga ini menyimpan ritual magis bernama Ngerebeg yang hanya digelar beberapa tahun sekali.
Apa sebenarnya Ngerebeg dan mengapa ritual ini begitu penting bagi masyarakat Pedawa?
Berbeda dari hingar bingar Bali selatan, perjalanan menuju Desa Pedawa bagaikan memasuki dimensi lain.
Hamparan hijau dan aroma cengkih yang semerbak menyambut siapa saja yang berani menaklukkan jalanan sempit dan curam menuju desa yang berbatasan langsung dengan desa Bali Aga lainnya seperti Sidetapa dan Cempaga.
Jauh dari keramaian, Pedawa menyimpan kekayaan budaya yang salah satunya terwujud dalam tradisi Ngerebeg.
Ngerebeg bukanlah upacara biasa. Bagi masyarakat Pedawa, ritual ini adalah bagian penting dari bhuta yadnya, sebuah persembahan untuk menyeimbangkan alam semesta.
"Tradisi Ngerebeg di sini dilaksanakan setiap lima bahkan sepuluh tahun sekali, berdasarkan lelintih nemu gelang atau penanggalan khusus Desa Pedawa. Ini adalah upacara nanggluk merana, pembersihan desa sebelum nyepi desa kami yang berbeda dari nyepi di Bali umumnya," ungkap Arya Wirawan, tokoh Desa Pedawa, membuka tabir misteri tradisi ini.
Lebih dari Sekadar Tradisi: Keyakinan dan Keseimbangan Kosmis
Bagi masyarakat Pedawa, Ngerebeg bukan sekadar warisan leluhur, melainkan sebuah keharusan yang diyakini mampu menjaga desa dari malapetaka.
"Kepercayaan masyarakat Desa Pedawa, tradisi Ngerebeg bertujuan untuk membersihkan wilayah desa dari gangguan makhluk gaib melalui persembahan kepada bhuta kala, serta memberikan keselamatan dan kesejahteraan bagi kami dan lingkungan. Di sini kami menyebutnya nyomia, yang artinya menyeimbangkan," jelas Wayan Sukrata, tokoh agama Desa Pedawa, memperdalam pemahaman akan makna ritual ini.
Mitos di Balik Ritual: Melawan Wabah Mematikan
Lalu, bagaimana tradisi unik ini lahir? Punia, salah satu warga Desa Pedawa, berbagi mitos yang diturunkan dari generasi ke generasi.
"Dulu, Desa Pedawa dilanda musibah besar, wabah penyakit menular yang merenggut banyak nyawa. Berdasarkan petunjuk niskala (alam gaib), balian adat (tetua adat) bermimpi agar desa kembali pulih, masyarakat harus melakukan persembahan berupa hewan kurban."
Lebih jauh, Punia menjelaskan inti dari ritual Ngerebeg.
"Intinya adalah berdoa kepada Sang Pencipta dan menyambut dewa-dewa atau sesuhunan desa, sambil secara bersamaan melawan roh-roh jahat yang mengganggu," ungkapnya.