4 Fakta Tak Terduga Pura Dalem Gede Kebon: Sumur Bertuah, Ritual Unik, dan Penyembuhan Ajaib di Jantung Hindu Bali!
I Putu Suyatra• Rabu, 4 Juni 2025 | 15:05 WIB
Pura Dalem Gede Kebon di Desa Buduk, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
BALIEXPRESS.ID – Di tengah hiruk pikuk pariwisata, Bali menyimpan banyak permata spiritual yang belum terjamah luas. Salah satunya adalah Pura Dalem Gede Kebon di Desa Buduk, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
Pura ini bukan sekadar tempat ibadah biasa bagi umat Hindu Bali; ia menyimpan sederet keunikan yang mengundang penasaran, mulai dari tradisi pemangku yang tak lazim, sarana ritual yang bikin melongo, hingga air sumur bertuah yang dipercaya mampu menyembuhkan berbagai penyakit!
Bagaimana sebuah pura kecil ini bisa menjadi pusat keajaiban dan kisah-kisah penyembuhan yang sulit dipercaya?
1. Pura Tertua dengan Penunggu Mistis: Kisah Pemilik Awal hingga Rencang Kuda Hijau
Menurut Panglingsir Pura Dalem Gede Kebon, I Made Murdin, pura ini dulunya adalah milik seluruh Desa Buduk, namun kini diempon oleh 100 Kepala Keluarga (KK) dari Banjar Tengah dan Tampak Kerep.
Yang menarik, hanya 62 KK yang wajib membayar urunan, sisanya berdana punia.
Pura yang piodalannya jatuh setiap Anggara Kasih Wuku Tambir ini diyakini sebagai pura pertama yang berdiri di Desa Buduk.
Di dalamnya, terdapat palinggih sakral seperti Ratu Gede, Gedong, Ratu Biang, serta Bale tempat Tapakan (sesuhunan) berwujud Rangda dan Barong.
"Rangda untuk simbol Ratu Niang, Barong Macan untuk Ratu Gede, Rarung, dan juga Hanuman," jelas Jro Mangku I Made Radih (64), pemangku pura yang sudah mengabdi selama 20 tahun.
Tak hanya itu, pura ini juga memiliki rencang (penjaga gaib) berupa kuda berwarna hijau, menambah aura mistis dan keunikan pura ini.
2. Ritual Wajib Tabuh Rah dan Tiga Pemangku dalam Satu Piodalan
Sebelum piodalan, ada satu ritual yang wajib dilaksanakan: Tabuh Rah.
"Dahulu pernah tidak dilakukan, lantas ada yang karauhan saat piodalan bahwa ada yang kurang, karena tidak melaksanakan Tabuh Rah. Kami pun kembali akhirnya mengadakannya," cerita Made Murdin, menunjukkan betapa sakralnya ritual ini.
Selain itu, pamedek juga wajib melakukan patirtan ke Pura Beji yang berjarak sekitar setengah kilometer.
Keunikan lain terletak pada tiga pemangku yang bertugas secara bersamaan saat piodalan.
"Kami tiga pemangku, muput di tiga palinggih yang berbeda," ungkap Jro Mangku Made Radih.
Masing-masing pemangku memiliki wilayah tugasnya sendiri, seperti Jro Mangku Made Radih di Palinggih Ratu Gede, Jro Mangku Made Narki di Palinggih Ratu Biang, dan Jro Mangku I Kadek Gamayasa di Palinggih Ratu Nyoman.
3. Keajaiban Sumur Bertuah: Sembuhkan Herpes hingga "Gendongan" dengan Air Sakral!
Inilah yang paling mencengangkan: Pura Dalem Gede Kebon dipercaya sebagai tempat rujukan untuk nunas tamba (pengobatan).
Medianya sangat sederhana, yaitu air dari sumur yang berada di pojok pura.
"Banyak umat yang datang ke pura nunas tamba, bisa sembuh dari sakitnya. Mereka sembuh setelah disembur dengan air dari tamba yang ditunas (dimohonkan) dari pura," beber Made Murdin.
Penyakit seperti herpes dan "gendongan" (sakit tenggorokan) seringkali disembuhkan dengan cara unik ini.
"Penyakit tenggorokan yang dinamai gendongan itu biasanya sembuh dengan air dari tamba yang disemburkan dari mulut oleh keluarga pamedek ke pamedek yang sakit. Bahkan tidak sampai tiga kali langsung sembuh," tambahnya.
Penyakit kulit seperti melepuh pun konon bisa disembuhkan di sini.
Bahkan Made Murdin sendiri mengakui pernah masesangi (kaul) di pura ini saat sakit ketika merantau dan sembuh setelahnya.
Cara nunas tamba pun sangat mudah, cukup membawa canang dan meminta bantuan pemangku.
4. Pantangan Adat dan Ritual Unik "Nasi Wong" Berbentuk Manusia, Ular, dan Kuda
Seperti pura pada umumnya, ada pantangan ketat bagi mereka yang cuntaka (kotor secara spiritual) karena kematian atau haid, serta ibu hamil.
Yang menarik, pasangan yang belum sah secara niskala (adat) belum bisa sembahyang di pura ini.
Ada proses khusus "Mapintonan" bagi yang baru menikah secara adat sebelum bisa bersembahyang normal.
Tak hanya itu, sarana ritual di Pura Dalem Gede Kebon juga sangat unik, menggunakan nasi wong (nasi berbentuk manusia) dengan wujud yang beragam.
"Nasi wong bentuk ular warnanya poleng (hitam putih selang seling). Nasi wong bentuk kuda menggunakan warna hijau, dan nasi wong bentuk orang warnanya putih dan pecutnya memakai warna emas alias kuning," ungkap Jro Mangku Made Radih.
Dengan segala keunikan yang disimpannya, Pura Dalem Gede Kebon menjadi salah satu mutiara spiritual Hindu Bali yang menawarkan pengalaman luar biasa. Berani merasakan keajaiban air bertuahnya? ***