5 Fakta Penting Pura di Tengah Sawah Badung: Satu Palinggih, Ribuan Kesembuhan!
I Putu Suyatra• Sabtu, 7 Juni 2025 | 15:08 WIB
Pura Taman Sidhi Sudamala di Banjar Desa, Desa Angantaka, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung.
BALIEXPRESS.ID – Di balik gemerlap pariwisata, Hindu Bali menyimpan banyak kisah spiritual yang tak terduga. Salah satunya adalah Pura Taman Sidhi Sudamala di Banjar Desa, Desa Angantaka, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung.
Meski hanya memiliki satu palinggih utama, pura sederhana di tepi sawah ini mendadak ramai didatangi warga dari berbagai pelosok Bali, bahkan non-Hindu, yang memohon kesembuhan dari sakit berkepanjangan.
Desa Angantaka memang dikenal memiliki banyak pura unik, dan Pura Taman Sidhi Sudamala adalah salah satunya.
Untuk mencapai pura ini, pamedek (umat yang bersembahyang) harus menelusuri Banjar Puseh.
Dari sana, dibutuhkan perjalanan kaki sekitar 200 meter menuruni bukit, menyeberangi sungai kecil yang kadang keruh setelah hujan.
Suasana pedesaan yang asri dengan pemandangan sawah menjadi latar belakang menenangkan bagi para pencari kesembuhan.
Di lokasi, Jro Mangku Ni Wayan Ganti, tampak sibuk melayani umat. Ia kini mengabdikan diri di pura ini, meneruskan jejak sang ayah dan membantu ibunya yang sudah sepuh.
Jro Mangku Ni Wayan Ganti telah tiga tahun terakhir mengayahi Pura Taman Sidhi Sudamala, sebuah pengabdian yang diakuinya menurun dari garis keturunan.
2. Wangsit Sang Kakek: Awal Mula Pura Kesembuhan
Kisah berdirinya Pura Taman Sidhi Sudamala bermula dari wangsit (perintah niskala) yang diterima kakek Jro Mangku Ni Wayan Ganti.
Dahulu, sang kakek adalah buruh tani yang sering mengambil air di sebuah sumber mata air dekat sawahnya. Sumber mata air itu, kala itu, belum memiliki pura.
Hingga suatu hari, sang kakek mendapat pingit dan wangsit untuk menjadi pemangku dan mendirikan pura di sumber mata air tersebut.
Wangsit itu bahkan memintanya untuk tidak menikah dan fokus ngayah. Namun, sang kakek muda berani "berdebat", memohon agar diizinkan menikah dan memiliki keturunan sembari tetap mengabdi.
Permohonan itu dikabulkan. Sejak saat itulah, selain sebagai pemangku, sang kakek juga mulai mengobati orang sakit.
3. Keajaiban di Balik Satu Palinggih dan Sumber Mata Air Suci
Pura Taman Sidhi Sudamala, yang diempon oleh satu kepala keluarga, memang tampak sederhana.
Di dalamnya, hanya terdapat satu palinggih utama, diyakini sebagai stana Ratu Niang, serta sebuah sumur yang kini ditutup dan dilengkapi mesin penyedot air.
Pohon jepun dan patung Dewa Ganesha melengkapi area pura.
Jro Mangku Ni Wayan Ganti menjelaskan, mesin air dipasang untuk memudahkan proses palukatan (pembersihan diri secara spiritual) di luar pura dan memenuhi permintaan tirta (air suci) dalam jerigen.
"Kadang kalau lagi ramai yang datang, lumayan capek juga mengangkat air dari sumber mata air," ujarnya sambil tersenyum.
4. Mengalirkan Kesembuhan: Dari Sekala hingga Niskala
Para pamedek yang datang ke Pura Taman Sidhi Sudamala umumnya mendapatkan petunjuk setelah nunas baas (bertanya ke balian atau dukun).
Mereka datang dari berbagai daerah seperti Negara, Buleleng, hingga Gianyar, membawa banten (sesaji) sesuai petunjuk atau pajati.
Yang mengejutkan, Jro Mangku Ni Wayan Ganti mengungkapkan, bahkan orang non-Hindu pun pernah datang nunas tamba dan sembuh dari penyakitnya.
"Tangannya yang sakit akhirnya bisa sembuh," ceritanya.
Keluhan yang dibawa pun beragam, mulai dari sakit fisik (sekala) hingga gangguan gaib (niskala).
Jro Mangku Ni Wayan Ganti mengisahkan, ada anak yang sulit sekolah menjadi semangat, anak pendiam menjadi adaptif, hingga orang yang sakit karena kiriman ilmu gaib.
"Biasanya usai malukat, ketika saya sentuh, akan merasa kepanasan. Bahkan sampai trance (karauhan). Kalau sudah begitu, saya hanya minta restu pada Ida Ratu Niang yang berstana di sini," paparnya, menegaskan bahwa semua itu terjadi berkat restu Ida Bhatara.
"Saya tidak belajar apa, 100 persen ngayah saja."
5. Pantangan Unik dan Kisah Penuh Keanehan
Pura yang piodalannya (hari raya) jatuh pada Saniscara Kliwon Kuningan ini juga memiliki keunikan lain.
Ada pohon besar sebelum menyeberangi sungai yang diyakini sebagai tempat tinggal rencang Ida (pengikut gaib) dan mengawasi pamedek.
"Saya pernah melihat jika ada pamedek punya gangguan ilmu negatif datang ke pura, meminta segera balik ketika melihat pohon itu," terang Jro Mangku Ni Wayan Ganti.
Kisah lain yang tak kalah misterius adalah saat banjir bandang. Kayu-kayu besar berserakan di depan pura, namun setelah Jro Mangku berdoa dan mempersembahkan canang, keesokan harinya semua sampah dan kayu menghilang tanpa jejak.
"Warga sempat bertanya kapan saya membersihkannya. Saya tidak tahu siapa yang membersihkan di malam harinya," kenangnya, masih merasa heran.
Konon, rencang pura ini adalah seekor naga yang tinggal di dekat sumber mata air.
Satu pantangan unik yang penting: wanita hamil pantang bersembahyang di dalam Pura Taman Sidhi Sudamala.
Pantangan ini berasal dari pengalaman ibu Jro Mangku yang mengalami keguguran setelah ke pura saat hamil.
Namun, untuk malukat (pembersihan), wanita hamil diperbolehkan, namun di luar pura.
Jro Mangku bahkan mengisahkan bagaimana seorang pamedek hamil yang tidak mau makan, setelah dilukat di luar pura dan diberikan lungsuran (makanan persembahan), langsung merasa lapar dan lahap makan.
Pura Taman Sidhi Sudamala adalah bukti nyata bagaimana keyakinan, pengabdian, dan keajaiban bisa menyatu di tengah kesederhanaan.
Sebuah destinasi spiritual yang menawarkan harapan bagi mereka yang mencari kesembuhan, diiringi misteri yang tak lekang oleh waktu. Apakah Anda tertarik untuk mengunjungi dan merasakan energi Pura ini? ***