BALI EXPRESS.ID- Memeriahkan perayaan hari kemerdekaan republik Indonesia ke-80 tahun, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar menggelar kegiatan di areal Pantai Lembeng, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Sabtu (16/8) lalu. Kegiatan yang mengambil konsep ekoteologi tersebut diawali dengan jalan sehat kerukunan sambil membersihkan pantai dari sampah plastik, dan dilanjutkan dengan bernagai macam lomba.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Agung Wardhita, menekankan pentingnya menjaga kemerdekaan di era kekinian, salah satunya dengan merawat alam.
“Berbicara tentang tanah air tidak bisa dilepaskan dari bumi dan alam. Manusia tidak bisa hidup tanpa alam. Karena itu kita sepakat bahwa alam adalah pemberi berkah bagi kita semua, " jelasnya.
Pria asli Badung ini mengatakan, sebagaimana amanat Menteri Agama RI, terkait dengan meningkatkan kerukunan dan cinta kemanusiaan. "Hari ini kita implementasikan dengan jalan terukunan, termasuk juga dengan ekotiologinya, kita implementasikan dengan melaksanakan aksi sosial kebersihan lingkungan di kawasan pantai lembeng ini,” ujarnya.
Agung Waedhita menegaskan para pejuang kita terdahulu merebut kemerdekaan dengan tetesan darah, tetesan air mata, dan itu tidak mudah. "Bagaimanapun kita seharusnya mampu mempertahankan kemerdekaan itu di era kekinian, yang tidak lepas dari bumi, dan tidak lepas dengan alam, " tegasnya.
Mengingat alam adalah pemberi berkah, sehingga program ekoteologi turut digencarkan di Kemenag Gianyar. Ditekankan kita juga tidak boleh lalai dengan alam, harus dirawat untuk anak cucu kedepan. "Kami juga mengajak para ASN Kemenag Gianyar untuk selalu ingat berbuat baik untuk alam ini, dari tidak buang sampah sembarangan, memanajemen sampah dengan baik, seperti Konsep Tri Hita Karana dalam ajaran Hindu, " pungkas Agung Wardhita.
Selain pegawai Kemenag Gianyar kegiatan tersebut juga diikuti oleh Ketua FKUB, tokoh lintas agama, Yayasan BumiKita, Bendesa Adat Lembeng, serta PPNPN Kemenag Gianyar.Selanjutnya kegiatan diisi dengan berbagai lomba, penyerahan Punia serta pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur atas kemerdekaan, sekaligus mempererat kebersamaan dan kerukunan. *
Editor : Putu Agus Adegrantika