Praktisi Usada Bali, Gede Sutana, S.Kes, M.Si mengatakan saat ini loloh menjadi salah satu minuman tradisional yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat, khususnya masyarakat Bali yang dekat dengan obat-obatan tradisional. Salah satu loloh yang banyak beredar dipasaran dan dikonsumsi oleh masyarakat adalah loloh don cemcem.
Loloh don cemcem berasal dari bahan baku daun cemcem bernama ilmiah Spondias pinnata (Lf) Kurz. Loloh ini dibuat dengan cara tradisional seperti pembuatan jamu pada umumnya disertai beberapa bahan tambahan lain yang dapat memperkuat rasa dari loloh tersebut.
Sejak bertahun-tahun, masyarakat meyakini jika mengkonsumsi Loloh don Cemcem maka badan akan terasa lebih segar, bugar serta dapat menghilangkan panas dalam.
“Loloh Don Cemcem juga dipercaya menyehatkan, ditambah rasa loloh yang khas dan enak,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan Sutana secara fisik, tanaman Cemcem merupakan tanaman yang tinggi pohonnya sekitar 20 meter. Batang berbentuk tegak, bulat, berkayu, permukaan halus, percabangan simpodial, putih kehijauan.
Daun Cemcem bersifat majemuk, berbentuk lonjong, dengan menyirip ganjil. Posisi daun tersebar, pangkal runcing, ujung meruncing, pertulangan menyirip, tepi rata, panjang 5-8 cm, lebar 3-6 cm, berwarna hijau.
Sutana mengatakan, agar bisa dinikmati menjadi loloh, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan terhadap daun cemcem. Seluruh proses pembuatan loloh wajib memperhatikan higientias atau kebersihannya.
Pastikan tangan dan bagian-bagiannya harus selalu dijaga kebersihannya dengan memotong kuku dan mencucinya serta tidak menggunakan kutek. Selama proses pembuatan tidak merokok, menutup luka yang terbuka dengan plester anti air.
Ia menyarankan agar tidak mengolah jamu saat sakit. Seperti menderita flu, demam, pilek atau sakit tenggorokan, sakit saluran cerna, muntah-muntah, sakit kulit.
Pembuat disarankan tetap menggunakan pakaian yang bersih, sarung tangan, sepatu yang baik“Jangan sampai karena kurang higienis, malah loloh justru menjadi sumber penyakit,” pesannya.
Mencuci tangan dan menyiapkan bahan berupa daun cemcem (Spondias pinnata (Lf) Kurz) dan air menjadi tahap awal pembuatan loloh.
Selajutnya siapkan pula bahan baku lain berupa garam, asam jawa gula merah, gula pasir, terasi bakar, cabe rawit dan kelapa muda serta airnya sebagai bahan pendukung, Siapkan alat-alat berupa penggiling daun, alat penyaring, wadah, sendok kayu hingga botol.
Pengolahan loloh don cemcem dimulai dari mencuci daun cemcem hingga bersih. Kemudian dihancurkan dengan penggilingan dengan dicampurkan air sedikit. Setelah hancur, larutan daun cemcem diremas-remas di dalam wadah atau baskom kemudian disaring dan diremas lagi sambil ditambah air sedikit sampai semua sarinya keluar.
Hasil dari saringan dimasukkan dalam drum kemudian ditambahkan air sesuai kebutuhan. Tambah gula merah, gula pasir, cabe rawit yang dihaluskan, asam jawa dan garam.
Terakhir tambahkan air kelapa dan kelapa muda yang diserut kasar diadukaduk sampai tercampur sempurna. “Minuman Loloh don cemcem dimasukkan ke dalam botol untuk dikonsumsi,” paparnya.
Baca Juga: BAST Pinjam Pakai Lahan GWK untuk Akses Jalan Diteken, Gubernur Harap Situasi Kembali Normal
Manfaat loloh don cemcem bagi kesehatan sangatlah banyak. Bahkan sudah diyakini sejak bertahun-tahun mampu mengobati sejumlah penyakit. Dikatakan Gede Sutana, Loloh Cemcem mampu meningkatkan nafsu makan.
Loloh don cemcem terdiri dari beberapa bahan pendukung, salah satunya adalah cabai rawit. Cabai rawit dapat menambah nafsu makan. Kandungan vitamin A pada cabai rawit sebanyak 11.050 SI sehingga ampuh sebagai perangsang nafsu makan.
Selain itu, cabai rawit juga memiliki kandungan kimia berupa capsaicin yang bersifat stomakik yakni berfungsi menambah selera makan.
“Senyawa flavonoid dalam daun cemcem dapat membantu menambah selera makan. Selain itu, dengan adanya komponen asam juga dapat dipergunakan sebagai penambah nafsu makan, serta kelapa pun dapat menambah selera makan pada seseorang,” katanya.
Loloh Cemcem juga dapat meringankan batuk kering dan memperlancar buang air kecil. Hal ini disebabkan oleh daun cemcem tersebut memiliki senyawa saponin, flavonoid dan tanin yang dapat dipakai sebagai obat batuk kering.
Mengkonsumsi loloh don cemcem juga dapat menyebabkan buang air kecil menjadi lancar. Hal ini dikarenakan oleh senyawa tanin dalam daun cemcem memiliki efek diuretik sehingga dapat melancarkan buang air kecil.
Kandungan senyawa flavonoid yang dihasilkan dari daun cemcem berfungsi sebagai antioksidan yang sangat berguna untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Selain itu, efek diuretik yang dihasilkan setelah mengkonsumsi loloh don cemcem juga berfungsi menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.
Kandungan vitamin C dan asam pada loloh don cemcem bermanfaat untuk menghilangkan panas dalam. Hal ini karena asam memiliki efek sejuk dan segar.
Baca Juga: Perhiasan Emas 44 Gram Raib, Polsek Nusa Penida Buru Pelaku
“Selain itu kelapa juga dapat menambah cairan dan mineral sehingga siapa pun yang mengkonsumsi buah kelapa akan merasa segar kembali,” ungkapnya.
Manfaat terakhir dari mengkonsumsi Loloh Cemcem adalah melancarkan buang air besar dan menjaga kesehatan usus. Kandungan asam pada loloh don cemcem dapat berfungsi sebagai obat pencahar yaitu melancarkan buang air besar.
Selain itu kandungan kelapa pada loloh don cemcem berfungsi sebagai obat diare sehingga dapat mengatasi permasalahan pada buang air besar.
Senyawa tanin dalam daun cemcem yang memiliki sifat astringent yaitu berfungsi melapisi mukosa usus khususnya usus besar dan mengecilkan selaput lendir usus serta sebagai penyerap racun dan menggumpalkan protein.
“Oleh karena itu senyawa tanin dapat dipergunakan sebagi obat diare,” pungkasnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika