BALIEXPRESS.ID- Komitmen memperkuat jati diri Hindu Indonesia kembali ditegaskan melalui kolaborasi antara Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dan Lembaga Pengembangan Dharmagita Provinsi Lampung dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Utsawa Dharmagita yang berlangsung 10–12 April 2026 di STAH Lampung.
Kegiatan yang dibuka pada Jumat (10/4) ini berlangsung khidmat, diawali dengan registrasi peserta, doa bersama, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Rangkaian pembukaan juga diisi laporan panitia dan sambutan dari perwakilan Kementerian Agama Provinsi Lampung.
Kepala Bidang Hindu Kemenag Lampung, Jumadi, menegaskan pentingnya susastra Hindu sebagai media pendidikan spiritual sekaligus sarana pelestarian budaya yang harus dibina secara berkelanjutan. Ia juga mengapresiasi peran UHN Sugriwa sebagai kampus Hindu terdepan dalam pengembangan kebudayaan berbasis keilmuan.
Baca Juga: Esports Championship 2026 Meriahkan HUT Ke-255 Kota Gianyar
Sorotan utama kegiatan ini adalah keterlibatan tim pengabdian kepada masyarakat dari UHN Sugriwa yang dipimpin I Nyoman Piartha bersama sekretaris tim I Made Adi Surya Pradnya. Tim ini merancang dan mengawal pelaksanaan Bimtek dengan pendekatan akademik yang sistematis dan terstruktur.
Materi yang diberikan disusun sesuai kompetensi narasumber. Dr. I Nyoman Piartha membawakan materi palawakya dengan penekanan pada teknik vokal, guru basa, ekspresi, dan kekuatan narasi. “Palawakya bukan sekadar seni tutur, melainkan perpaduan antara teknik dan penghayatan nilai dharma,” paparnya.
Sementara itu, Dr. I Made Adi Surya Pradnya mengulas dharma wacana dengan fokus pada struktur penyampaian, kekuatan argumentasi, dan kedalaman pesan spiritual. Ia menegaskan pentingnya kemampuan menyampaikan ajaran dharma secara komunikatif dan kontekstual.
Materi kakawin disampaikan oleh I Wayan Redi yang mengupas estetika guru lagu, metrum, serta penghayatan sastra klasik Hindu. Sedangkan bidang sloka atau susastra Veda dibawakan oleh Putu Eka Sura Adnyana dengan penekanan pada pelafalan, struktur bahasa Sanskerta, serta pemaknaan teks suci secara mendalam.
“Memasuki hari kedua, peserta mengikuti praktik intensif dengan pendampingan langsung dari para narasumber. Suasana pembelajaran berlangsung interaktif dan aplikatif, memberikan pengalaman langsung dalam membawakan berbagai cabang dharmagita,” imbuh Eka Sura.
Tak hanya pelatihan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan evaluasi serta penjaringan calon juri Utsawa Dharma Gita tingkat Provinsi Lampung, sebagai upaya meningkatkan profesionalitas pelaksanaan kegiatan serupa di masa depan.
Keterlibatan UHN Sugriwa dalam Bimtek ini menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. “Melalui pendekatan berbasis keilmuan, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki pemahaman filosofis dan spiritual yang kuat,” pungkas Eka.
Kolaborasi ini sekaligus menegaskan peran UHN Sugriwa sebagai pusat pengembangan keilmuan Hindu yang mengusung visi “Terdepan dalam Dharma, Berdaya Saing dalam Widya, dan Adaptif dalam Budaya”, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan dalam membina umat dan melestarikan budaya bangsa. *
Editor : Putu Agus Adegrantika