Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Janger Klasik “Galuci” Tegalsuci Tampil di HUT Kota Gianyar ke-255

Putu Agus Adegrantika • Kamis, 16 April 2026 | 16:56 WIB
JANGER : Pementasan Janger Galuci di Open Stage Balai Budaya Alun-Alun Gianyar. 
JANGER : Pementasan Janger Galuci di Open Stage Balai Budaya Alun-Alun Gianyar. 

BALIEXPRESS.ID - Sebuah momen bersejarah tercipta dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-255 Kota Gianyar. Untuk pertama kalinya, tari Janger klasik resmi dipentaskan dalam rangkaian acara tersebut.

Pementasanitu berlangsung pada Rabu malam, (15/4), di Open Stage Balai Budaya Alun-Alun Kota Gianyar. Suasana yang biasanya modern mendadak berubah menjadi panggung bernuansa masa lalu.

Penampilan perdana ini dibawakan oleh Janger Galuci yang berasal dari Desa Adat Tegalsuci, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang. Kehadirannya langsung mencuri perhatian publik.

Di tengah kemeriahan perayaan HUT Kota, Janger Galuci tampil dengan pendekatan berbeda. Tidak ada gemerlap lampu modern maupun sentuhan aransemen kekinian.

Sebaliknya, pertunjukan ini justru menonjolkan kesederhanaan khas tradisi klasik. Unsur-unsur lama dihadirkan secara utuh tanpa banyak modifikasi.

Baca Juga: Kader Posyandu dan PKK Gianyar Dilatih Membuat Telur Asin MSP

Para penari tampil dengan prade sederhana dan gelungan khas zaman dahulu. Penampilan tersebut memperkuat nuansa autentik yang jarang disaksikan saat ini.

Alunan gambelan Semar Pegulingan terdengar lirih namun penuh makna. Iringan musik itu menjadi jiwa yang menghidupkan seluruh pertunjukan.

Gerakan para penari yang polos namun sarat filosofi berhasil menyentuh penonton. Kesederhanaan itu justru menghadirkan kedalaman rasa.

Ribuan pengunjung yang memadati Taman Kota Gianyar tampak terpaku. Mereka larut dalam suasana hingga akhirnya memberikan sorakan penuh kekaguman.

Ketua panitia pementasan, I Kadek Suartadana, mengungkapkan bahwa pertunjukan ini melalui proses panjang. Persiapan telah dilakukan sejak bulan Januari.

"Persiapan sudah dilakukan sejak bulan Januari dengan arahan langsung dari Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar. Kami ingin memberi ruang pada kesenian yang hampir terlupakan. Dan berharap Janger ini bisa menjadi ikon Gianyar nantinya," tegasnya.

Menurutnya, seluruh proses berjalan di bawah arahan langsung Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar. Hal ini dilakukan untuk memastikan keaslian konsep tetap terjaga.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama pementasan ini adalah memberi ruang bagi kesenian yang hampir terlupakan. Selain itu, diharapkan Janger Galuci bisa menjadi ikon baru bagi Gianyar.

Di atas panggung, penampilan Janger Galuci terasa hidup dan jujur. Sahut-sahutan antara janger dan kecak terdengar alami tanpa rekayasa berlebihan.

Lirik-lirik yang memuja Tirta Bulan dan Tukad Dapdap menambah nilai spiritual pertunjukan. Sementara banyolan segar menghadirkan tawa di tengah suasana haru.

Pementasan ini menjadi pengingat bahwa kesenian klasik tidak pernah kehilangan makna. Ketika Janger Galuci menari, yang bergerak bukan hanya tubuh penarinya, tetapi juga ingatan kolektif tentang akar budaya. *

 

Editor : Putu Agus Adegrantika
#janger galuci #pemkab gianyar