BALIEXPRESS. ID – Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gianyar terus berinovasi dalam memberikan pembinaan keagamaan yang menyentuh aspek fisik dan spiritual. Salah satunya melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang dilaksanakan di Widyalaya Rsi Markandya, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang
Kegiatan ini diisi dengan praktik yoga yang meliputi peregangan tubuh hingga latihan yoga asanas. Program tersebut dilaksanakan secara rutin setiap minggu, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan jasmani sekaligus ketenangan batin para peserta.
Penyuluh Agama Hindu Kemenag Gianyar, Ida Ayu Kade Ratna Wati, Jumat (24/4) menjelaskan bahwa yoga menjadi salah satu metode efektif dalam menyampaikan nilai-nilai keagamaan secara praktis. Menurutnya, keseimbangan antara tubuh dan pikiran sangat penting dalam menjalani kehidupan spiritual umat Hindu.
“Melalui yoga, peserta tidak hanya mendapatkan manfaat kesehatan fisik, tetapi juga belajar mengendalikan pikiran dan emosi. Ini sangat relevan dengan ajaran Hindu yang menekankan harmoni antara badan, pikiran, dan jiwa,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain praktik yoga, kegiatan penyuluhan juga diselingi dengan pemberian materi keagamaan. "Materi tersebut mencakup pemahaman dasar ajaran Hindu, etika kehidupan sehari-hari, serta penguatan nilai-nilai spiritual yang dapat diterapkan dalam kehidupan, " imbuhnya.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari para peserta yang sebagian besar merupakan siswa. Mereka mengaku merasakan manfaat langsung, baik dari segi kesehatan maupun peningkatan pemahaman keagamaan.
Dengan pelaksanaan yang berkelanjutan setiap minggu, program ini diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan yang konsisten dan berdampak nyata bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kehadiran Kemenag dalam memberikan pelayanan keagamaan yang adaptif dan menyentuh kebutuhan umat.
Ke depan, penyuluhan serupa direncanakan akan terus dikembangkan dengan variasi metode pembelajaran, sehingga mampu menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat serta memperkuat praktik keagamaan yang sehat, harmonis, dan berkelanjutan.*
Editor : Putu Agus Adegrantika