Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ngayah Mereresik di Pura Samuan Tiga, Kemenag Gianyar Wujudkan Ekoteologi dalam Aksi Nyata

Putu Agus Adegrantika • Rabu, 6 Mei 2026 | 14:29 WIB
MERERESIK : Mereresik di areal jaba Pura Samuan Tiga.
MERERESIK : Mereresik di areal jaba Pura Samuan Tiga.

BALIEXPRESS. ID– Semangat kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar melalui kegiatan ngayah mereresik di kawasan Pura Samuan Tiga, Rabu (6/5) pagi. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Karya Pedudusan Agung yang tengah berlangsung di salah satu kahyangan jagat tersebut.

Aksi bersih-bersih yang melibatkan para pegawai dan penyuluh agama Hindu ini menjadi bentuk nyata pelayanan keagamaan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga berdampak langsung bagi lingkungan. Area pura dibersihkan dari areal jaba sisi hingga parkiran, guna menciptakan suasana yang bersih, nyaman, dan suci bagi umat yang akan melaksanakan persembahyangan.

Kepala Seksi Urusan Agama Hindu Kemenag Gianyar, Ida Bagus Rai Supada, menegaskan bahwa kegiatan ngayah mereresik ini merupakan bagian dari implementasi program ekoteologi yang terus didorong oleh Kementerian Agama. "Program ini menitikberatkan pada kesadaran kolektif dalam menjaga keseimbangan antara praktik keagamaan dan kelestarian lingkungan, " jelasnya.

Baca Juga: Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Gianyar, Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra Motivasi Sekolah Peserta Lomba PSP-PSBS

Menurutnya, kebersihan pura tidak hanya menyangkut aspek fisik, tetapi juga mencerminkan kesucian batin umat. Oleh karena itu, kegiatan mereresik menjadi bagian penting dalam rangkaian yadnya, sebagai wujud bhakti sekaligus tanggung jawab bersama dalam menjaga tempat suci.

Lebih lanjut, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan generasi muda untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Dengan terlibat langsung dalam kegiatan ngayah, nilai gotong royong dan rasa memiliki terhadap pura dapat terus dipupuk secara berkelanjutan.

"Dalam konteks ajaran Hindu, nilai-nilai Tri Hita Karana turut dihidupkan melalui kegiatan ini. Keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan diwujudkan secara nyata melalui aksi sederhana namun bermakna, seperti menjaga kebersihan dan kesucian kawasan pura, " tegas pria asli Tabanan ini.

Kemenag Gianyar berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya saat berlangsungnya karya besar, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, semangat ekoteologi dan nilai-nilai kearifan lokal dapat terus terjaga, sekaligus memperkuat praktik keagamaan yang selaras dengan alam.*

Editor : Putu Agus Adegrantika
#Pura Samuan Tiga #Kemenag Gianyar