Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Gubernur Koster Hadiri Karya Ngodak lan Nangiang Ida Seshunan Pura Dalem Silapegat, Serahkan Bantuan Rp 700 Juta

Putu Resa Kertawedangga • Rabu, 13 Mei 2026 | 13:54 WIB
Gubernur Bali, Wayan Koster menghadiri rangkaian Karya Ngodak lan Nangiang Ida Sesuhunan Pura Dalem Silapegat, Desa Dat Lepang, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung. (Bali Express/Istimewa)
Gubernur Bali, Wayan Koster menghadiri rangkaian Karya Ngodak lan Nangiang Ida Sesuhunan Pura Dalem Silapegat, Desa Dat Lepang, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung. (Bali Express/Istimewa)

BALIEXPRESS.ID - Gubernur Bali, Wayan Koster, Selasa (12/5) menghadiri rangkaian Karya Ngodak lan Nangiang Ida Sesuhunan Pura Dalem Silapegat, Desa Dat Lepang, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung. Dalam kehadirannya Gubernur asal Sembiran ini menyerahkan bantuan hibah Pemprov Balo sebesar Rp 700 juta. Karya ini pin dirangkaikan pengesahan Awig-awig desa adat tersebut.

Dalam menghadiri, karya tersebut Gubernur Wayan Koster didampingi, Anggota DPD RI, I Komang Merta Jiwa, anggota DPRD Bali I Ketut Mandia, 

Bupati Klungkung I Made Satria, Wabup Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra, Wakil Ketua DPRD Klungkung, Tjokorda Gde Agung, Anggota DPRD Gianyar Wayan Ari Sutama, Kadis DLHP Klungkung Dewa Komang Aswim, Bendesa Madya Dewa Made Tirta, Camat Banjarangkan, Made Andhi Pramarta, Perbekel Takmung I Nyoman Mudita, dan Bendesa adat se-Desa Takmung.

Baca Juga: Paiketan Krama Istri Desa Adat Denpasar Didorong Pahami Pentingnya Jamsostek

Disela kegiatannya, Gubernur Wayan Koster juga berkesempatan menghaturkan sembah bakti di Pura Dalem Silapegat. Selanjutnya, di penghujung acara, dirinya juga berkesempatan megibung atau makan satu piring bersama dengan undangan lainnya. Makan bersama ini juga diikuti seluruh krama Desa Adat Lepang.

Wayan Koster menyampaikan, dirinya sangat mengapresiasi pelaksanaan karya yang telah dijalankan sekitar 7 bulan tersebur. Ia pun berterima kasih kepada krama desa adat lantaran telah bersama-sama mensukseskan karya Ngodak tersebut.

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih telah melaksanakan karya yang luar biasa. Semoga hingga penghujung rangkaian karya berjalan lancar dan labda karya,” ujarnya.

Baca Juga: 200 Personel Gabungan Disiagakan Kawal Pelaksanaan PKB XLVIII di Art Center

Sementara itu, Ketua Panitia Karya, I Ketut Ari Teja menyatakan, proses Paripurna atau revisi awig-awig desa telah dilaksanakan dengan waktu dua tahun. Hal ini untuk mewujudkan Desa Adat lebih kuat, dan mampu mengadopsi Perda tentang Desa Adat dan aturan-aturan lainnya.

Sehingga negara dan pemerintah bisa hadir, untuk menguatkan posisi Desa Adat Lepang dan Desa Adat di Bali pada umumnya. “Terima kasih juga Bapak Gubernur, karena dalam perjuangan bapak mampu terwujud Undang – Undang tentang provinsi Bali. Sehingga kami di Lepang dan Bali pada umumnya mampu memiliki kekhususan dalam hal menjaga Adat, Budaya, Tradisi dan Agama,” ujar Ari Teja.

Sementara untuk proses Nangiang Lan Ngodakin Ida Bhtara, ia menyampaikan, kepanitiaan sudah bekerja selama 7 bulan. Mulai dari tahap perencanaan, hingga memasuki rangkaian upakara. Tahapan awal yang kami laksanakan adalah nunas taru, untuk pralingga Raja Betari berupa Rangda, yang dilaksanakan di Jaba sisi Pura Dalem Silapegat. Dilanjutkan dengan proses nebes atau memutus tali yang mengikat prerai Ida Bhatara. 

Termasuk sudah dilaksanakan prosesi Ngendag atau mulai melaksanakan pewarnaan pada Pralingga Ida Bhatara. “Tiga agenda ini dipuput oleh Ida Pedanda Putra Gede Bajing dari Gria Tegal Jingga, Denpasar,” ungkapnya.

Selanjutnya, Ari Teja menerangkan, proses kerja sangging dari Puaya, Sukawati, Gianyar, telah diselesaiakan dengan waktu sekitar tiga bulan. Kemudian pada 13 Mei 2026, dilaksanakan upacara pemlaspas dan pasupati, termasuk proses ngerehang di pamuun setra Desa Adat Lepang. Proses upacara ngerehang ini akan berlangsung tepat pada pukul 24.00 Wita. 

Dilanjutkan, dengan prosesi Melasti pada, 14 Mei 2026 yang dilaksanakan di Segara Desa Adat Lepang. Pada 15 Mei 2026 dilaksanakan proses napak pertiwi dan keesokan harinya dilakanakan prosesi nyineb.

Pihaknya pun menambahkan, karya nangiang dan ngodan Ida Seshunan ini menghabiskan biaya sekitar Rp 1,5 miliar. Dimana sebesar Ro 700 juta merupakan bantuan hibah dari Pemprov Bali yang diserahkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster. 

Baca Juga: Kylian Mbappe Sindir Publik Prancis Jelang Piala Dunia 2026, ‘Maunya Selalu Keajaiban’

“Terima kasih Bapak Gubernur atas komitmennya selama ini untuk menjaga, menguatkan dan terus merawat keberadaan adat, budaya, tradisi dan agama Hindu Bali,” imbuhnya. (*)

Editor : I Gede Paramasutha
#gubernur #Ngodakin #Pura Dalem Sila Pegat #koster