Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tabanan Tampilkan Tradisi Penamaan Wayan, Made, Nyoman, Ketut pada Peed Aya PKB 2026

IGA Kusuma Yoni • Senin, 15 Juni 2026 | 08:16 WIB
Kabupaten Tabanan bawa tradisi penamaan anak Wayan, Made, Nyoman, Ketut sebagai bagian dari identitas budaya Bali. (Ist)
Kabupaten Tabanan bawa tradisi penamaan anak Wayan, Made, Nyoman, Ketut sebagai bagian dari identitas budaya Bali. (Ist)

BALIEXPRESS.ID- Dalam Peed Aya (Pawai) Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 yang mengusung tema Atma Kerthi Jiwa Sidha Parisudha, selain menghadirkan kehidupan masyarakat agraris, Kabupaten Tabanan juga membawa tradisi penamaan anak Wayan, Made, Nyoman, Ketut sebagai bagian dari identitas budaya Bali.

Kehadiran lakon ini merepresentasikan kekayaan budaya yang lahir dari kehidupan masyarakat agraris, dipadukan dengan nilai-nilai adat, tradisi, dan spiritualitas yang menjadi kekuatan serta jati diri masyarakat Tabanan.

Tabanan menampilkan pasangan Jegeg Bagus beserta empat anak yang mengiringi menjadi simbol dukungan terhadap keberlangsungan generasi Bali melalui program Keluarga Berencana Krama Bali.

Baca Juga: Desa Penglipuran Bangli Tanpa Penjor saat Galungan, Ini Penyebabnya!

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya menyebutkan pelestarian tradisi penamaan Wayan, Made, Nyoman, dan Ketut sebagai bagian dari identitas budaya Bali yang juga diikuti oleh hadirnya uparengga yang merepresentasikan keindahan seni dan nilai spiritual masyarakat Bali melalui Tari Jayaning Singasana AUM yang mencerminkan semangat pembangunan dan kemajuan Kabupaten Tabanan.

Kekayaan budaya Tabanan selanjutnya ditampilkan melalui Okokan, kesenian tradisional yang telah lama hidup dalam masyarakat agraris Tabanan.

Selanjutnya adalah barisan Barong Bangkung, Barong Macan, dan Barong Lembu dalam konsep Trimurti yang ditampilkan melalui ritual Mapetuk Agung dengan iringan Tabuh Bebarongan khas Paiketan Seniman Jayaning Singasana.

Baca Juga: Pasca Viral Kasus Perusakan, Pemilik Villa di Benoa Buka Suara, Minta WNA Rusia Keluar karena Nunggak Bayar

Sebagai puncak penampilan, disuguhkan kesenian tematik Kunti Sraya yang mengangkat nilai-nilai penyucian diri, kemenangan dharma, serta keharmonisan kehidupan yang menjadi bagian dari filosofi dan kearifan budaya Bali.

Sanjaya menyebut PKB sebagai momentum penting bagi para seniman untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Bali kepada masyarakat luas.

Baca Juga: Amor ing Acintya! Pekak Sadra Ditemukan Meninggal Dekat Pura Dalem Batugaing Tabanan

Pihaknya mengapresiasi seluruh seniman dan pelaku budaya yang telah berkontribusi menampilkan karya terbaik dalam ajang tersebut.

“Kami bangga melihat para seniman Tabanan, terbukti tampil dengan sangat baik dan menunjukkan kualitas yang luar biasa. Semoga kedepan semakin banyak seniman muda yang terlibat dan terus mengembangkan kreativitasnya sehingga seni budaya Tabanan tetap lestari dan semakin dikenal luas,” pungkas Sanjaya. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#pesta kesenian bali (PKB) #Peed Aya #tabanan