Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dua Kecenderungan Sifat Manusia Menurut Hindu, Yang Satu Ini harus Dihindari

Putu Agus Adegrantika • Sabtu, 3 Februari 2024 | 16:59 WIB
PENYULUH : Penyuluh Agama Hindu, Ni Made Ayu Suniari memilih dua kecenderungan sifat manusia. Dari dua kecenderungan itu, satunya harus dihindari.
PENYULUH : Penyuluh Agama Hindu, Ni Made Ayu Suniari memilih dua kecenderungan sifat manusia. Dari dua kecenderungan itu, satunya harus dihindari.

BALI EXPRESS – Pada dasarnya dalam diri manusia ada dua macam kecenderungan, yaitu kecenderungan untuk berbuat baik (subha karma), dan kecenderungan untuk berbuat buruk (asubha karma).

Sri Kresna dalam Bhagawadgita membagi kecenderungan budi manusia menjadi dua jenis, yaitu Asuri Sampad (sifat-sifat keraksasaan) dan Daiwi Sampad (sifat-sifat kedewataan).

Seorang manusia bisa berperilaku baik (dharma) jika manah dan budi mendapat pengaruh positif dari Daiwi Sampad.

Sebaliknya jika manas dan budhi mendapat pengaruh negatif dari Asuri Sampad maka akan terjadi perilaku yang buruk (adharma dan awidya). Kecenderungan inilah yang harus dihindari.

Dalam kitab Bhagavadgita, XVI.4 dijelaskan:

Tambho darpo bhimanas krodah

Parusyam Eva Ca Ajnanam

Cabhijatasya Partha Sampadam Asur

Artinya:

Berpura-pura, angkuh, membanggakan diri, marah, kasar, dan bodoh, semuanya ini adalah tergolong yang dilahirkan dengan sifat sifat raksasa (Asuri Sampad), oh Arjuna.

 Baca Juga: Tradisi Bali: Uniknya Desa Sembiran, Punya 54 Jenis Upacara Dicatat dalam Awig-Awig, Dimulai saat Bayi Dalam Kandungan

Lebih jauh penyuluh agama Hindu, Ni Made Ayu Suniari, menjelaskan, Asuri Sampad adalah kecenderungan untuk berbuat tidak baik (asubha karma).

 “Banyak perilaku tidak baik yang perlu dihindari. Dalam ajaran agama Hindu, perbuatan yang buruk disebut Adharma yang merupakan musuh dalam diri manusia atau disebut Sad Ripu,” paparnya.

Sad Ripu tersebut berupa Kama (hawa nafsu yang berlebih). Jika Kama diarahkan ke arah yang positif akan memiliki manfaat. Sebaliknya jika tidak dikendalikan akan membahayakan.

Kedua adalah Lobha, yaitu ketamakan dan serakah yang harus dikurangi manusia.

Kemudian ada Krodha atau kemarahan yang harus dikendalikan karena merupakan racun yang sangat berbahaya dan dapat menghancurkan kehidupan spiritual.

Selanjutnya adalah Mada (kemabukan). Hindarilah mabuk yang erat kaitannya dengan Sapta Timira atau tujuh macam kegelapan yang dapat menghancurkan diri sendiri.

Moga (kebingungan), marilah seimbangkan cara berpikir dengan cara bersyukur atas karunia Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Sedangkan Matsarya (iri hati). Hilangkan sifat iri hati dan kembangkan sifat kasih sayang menyanyangi dan menghargai.

“Enam musuh dalam diri manusia (Sad Ripu) ini menjadi sumber Asuri Sampad yang mengkristal karena pengaruh dari Panca Indria,” tegasnya.

Sesungguhnya musuh-musuh itu bermula dari diri sendiri. Maka tanyakan pada diri sendiri mengapa ada musuh itu.

Setelah itu cari asal mula dan pemecahan permasalahannya yang paling bijaksana agar musuh dapat diatasi dan dihinakan.

Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam agama Hindu terdapat ajaran yang menyoroti sifat manusia yang membuat manusia bisa berbuat baik dan buruk.

“Dualisme sifat itu disebut dengan Daiwi Sampad dan Asuri Sampad yang keduanya saling berjuang untuk berkuasa dan menyelimuti atau menguasai diri sendiri,” pungkasnya.

Editor : Nyoman Suarna
#sifat #manusia #kecenderungan #hindu #dihindari